Mogadishu, Gontornews — Ledakan dahsyat yang diikuti oleh rentetan tembakan di ibukota Somalia menewaskan sedikitnya 20 orang. Sedangkan 17 orang lainnya terluka.
Setidaknya dua bom mobil meledak pada hari Jumat (9/11) di dekat Hotel Sahafi yang terkenal dan Departemen Investigasi Kriminal (CID).
โAwalnya dua ledakan menghantam perimeter Hotel Sahafi di sepanjang jalan utama,” ujar pejabat polisi, Ibrahim Mohamed, seperti dikutip oleh Aljazeera.
Ledakan ketiga kemudian menghantam jalan yang sibuk, menurut saksi.
โMeskipun para penyerang gagal mengakses hotel, ledakan di luar hotel menewaskan banyak orang,” papar kapten polisi Mohamed Hussein.
Beberapa korban terbakar tanpa bisa dikenali ketika satu bom mobil meledak di samping sebuah minibus, kata polisi.
“Saya telah mengevakuasi banyak mayat dari mobil-mobil itu,” kata Mohamed Aden, saksi serangan itu di Mogadishu.
“Jumlah korban tidak diketahui karena mayat masih ditarik dari mobil yang terbakar”.
“Jalan itu penuh sesak dengan orang-orang dan mobil, mayat ada di mana-mana,” kata Hussein Nur, seorang pemilik toko yang menderita luka ringan di tangan kanannya kena pecahan peluru.
“Tembakan membunuh beberapa orang juga.”
Kapten polisi lainnya, Mohamed Ahmed, dikutip oleh kantor berita Reuters mengatakan 22 warga sipil tewas, bersama dengan enam penyerang.
“Jadi, total 28 orang meninggal,” kata Ahmed.
Al-Shabab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menurut stasiun radio Adalus.
Kelompok bersenjata itu telah sering melakukan serangan di ibukota Somalia dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah, yang diakui secara internasional. [Rusdiono Mukri]




















