Bogor, Gontornews – Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menggelar acara “Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-17” di Masjid Al Haris Kompleks SIT Insantama Leuwiliang, Kamis (12/2/2026). Sebanyak 27 siswa — 15 putra dan 12 putri—mengikuti kegiatan yang dihadiri oleh para siswa, orang tua/wali murid, dewan guru, dan para undangan itu.
“Khotmul Qur’an ini merupakan jalur utama untuk masuk ke kelas Tahfizh,” kata Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang, Ustadz H Ir Ahmad Soim, saat memberikan kata sambutannya.
Untuk diketahui, program Tahsin di SIT Insantama Leuwiliang menggunakan metode Qiroati. Setelah dinyatakan lulus Qiroati selanjutnya siswa masuk ke kelas Tahfizh (hafalan Qur’an).
Pada Khotmul Qur’an dan Imtihan ke-17 kali ini, di antara peserta ada dua siswa yang masih duduk di kelas 2 SDIT. Artinya, kedua siswa tersebut bisa menyelesaikan program Tahsin metode Qiroati hanya dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
“Anak-anak, kalian bisa lulus Qiroati dalam waktu satu setengah tahun. Semoga keberhasilan teman-temanmu ini menjadi motivasi bagian kalian untuk segera menyelesaikan program Tahsin,” ujar Ustadz Ahmad Soim di depan para siswa yang memadati lantai 2 Masjid Al Haris.
Sebelumnya, di tempat yang sama, digelar acara “Haflah Tilawatil Qur’an ke-4”. Usai acara ini, baik peserta Haflah Tilawatil Qur’an maupun peserta Khotmul Qur’an, akan segera masuk ke kelas Tahfizh.
Ustadz Ahmad Soim menuturkan, program Tahsin di SIT Insantama Leuwiliang dibatasi hanya sampai kelas 5 untuk siswa SDIT dan kelas 8 untuk siswa SMPIT. Karena itulah para siswa yang belum lulus Qiroati bisa mengikuti Haflah Tilawatil Qur’an.
“Program Tahsin kita batasi waktunya agar anak-anak memiliki hafalan Qur’an setelah mereka lulus dari sekolah ini,” paparnya.
Ustadz Soim menyebutkan, untuk mengikuti program Tahfizh bisa dilakukan melalui dua jalur. Pertama, melalui Khotmul Qur’an. Kedua, melalui Haflah Tilawatil Qur’an. “Melalui dua jalur ini, semua siswa dijamin mempunyai hafalan Qur’an,” ujarnya.
Semoga SIT Insantama Leuwiliang bisa konsisten menghasilkan anak-anak dan remaja yang mencintai Qur’an, dan mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. []






















