Leuwiliang, Gontornews – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang menggelar acara Pesantren Wisuda, Jumat (5/6). Acara yang diadakan secara online ini dirangkai dengan Pengumuman Kelulusan siswa kelas 9 yang menamakan dirinya “Alizwell”.
Pesantren Wisuda di tengah pandemi COVID-19 ini diisi dengan rangkaian nasihat dan tausiyah yang disampaikan oleh pengurus Yayasan Amanah Insantama, Kepala SMPIT Insantama dan Mudir Boarding Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang.
Materi-materi yang disampaikan dalam Pesantren Wisuda ini yaitu: Overcoming the Challanges oleh Ketua Yayasan Amanah Insantama Ir Ahmad Soim, Mencontoh Kepemimpinan Rasulullah SAW oleh Ketua Bidang Kurikulum dan SDM Yayasan Amanah Insantama Ir Rusdiono MPd, Jangan Lupakan Guru dan Almamater oleh Kepala SMPIT Insantama Leuwiliang Yoga Swara, dan Menjadi Remaja yang Istiqamah dalam Taat kepada Allah dan Rasul-Nya oleh Mudir Boarding Ustadz Edi Purwanto.
Ahmad Soim dalam tausiyahnya menyebutkan, Alizwell, seperti remaja lainnya, dihadapkan pada tantangan dua perubahan. Pertama, perubahan yang terjadi pada fisik, penampilan, naluri, perilaku dan pemahaman di dalam diri mereka, yang menginjak dewasa. Kedua, perubahan dunia luar yang meliputi teknologi, sosial, budaya dan lingkungan.
“Kalian harus tampil menjadi pemenang perubahan, atau bahkan menjadi pemimpin perubahan,” ujanya pada acara yang juga dihadiri para orangtua/wali murid SMPIT Insantama Leuwiliang.
Karena itu Alizwell harus terus mengembangkan kemampuannya. Belajar dan terus mengasah diri agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama tiga tahun belajar di SMPIT Insantama dapat menjadi bekal hidup dalam dunia yang terus berubah. “Agar kalian tidak menjadi kurban perubahan,” tandas Ahmad Soim.
Sementara itu Kepala SMPIT Insantama Leuwiliang Yoga Swara menasihati Alizwell agar tidak melupakan almamater dan guru yang telah berjasa mengantarkan mereka menjadi pribadi yang berilmu pengetahuan dan berkepribadian Islam.
Alizwell merupakan angkatan pertama SMPIT Insantama Leuwiliang yang mengusung tagline “Sekolah Calon Pemimpin”. Sebanyak 20 siswa angkatan pertama ini dinyatakan lulus dan berhak untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
“Tiga tahun terasa kurang. Kalau bisa kami ingin terus belajar di SMPIT Insantama Leuwiliang,” kata Muhammad Fathin Karim, wakil Alizwell yang menyampaikan sambutannya pada acara Pengumuman Kelulusan siswa kelas 9 SMPIT Insantama Leuwiliang.
Sedangkan rekannya, Bening Humairo, yang mewakili Alizwell akhwat (putri) meminta keikhlasan para guru yang telah mendidiknya agar ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat dan berkah untuk bekal menjalankan ketaatan kepada Allah. “Terima kasih kepada bapak dan ibu guru. Jasa bapak dan ibu guru tidak akan terbayarkan.”
Sementara itu Supriyadi SKom yang mewakili Forum Orangtua Siswa (Fosis) mengucapkan terima kasih kepada Dewan Guru dan Yayasan yang telah mendidik dan membina anak-anak untuk memiliki karakter Islami, menguasai sains dan tsaqofah Islamiyah, serta keterampilan hidup. []




















