Leuwiliang, Gontornews – Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menggelar acara “Training Motivasi dan Wawasan” di hari pertama masuk sekolah, Senin (10/1/2022). Acara yang digelar di Masjid Al-Haris Kompleks Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang itu menghadirkan dua narasumber dalam dua sesi. Sesi pertama menghadirkan Ustadz Miftakhul Anwar, B.Sh, MA, dosen Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor. Sesi kedua menghadirkan Syahna Salsabila Rusydi, mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
“Kita harus bercita-cita yang tinggi, kemudian berikhtiar dan berdoa untuk mencapai cita-cita itu,” ujar Ustadz Miftakhul Anwar, magister bidang Tafsir lulusan University of Sinnar, Sudan.
Ustadz kelahiran Semarang, 20 Desember 1987, itu mengisahkan ketika duduk di bangku madrasah aliyah ia bercita-cita ingin melanjutkan kuliah ke Al-Azhar, Mesir, karena termotivasi oleh seseorang.
Selain itu, ia ingin kuliah keluar negeri karena melihat kiprah lulusan luar negeri yang berhasil dan sukses meniti karir di Indonesia. “Saya senang dengan bahasa Arab dan ingin memperoleh pengalaman menuntut ilmu di negara-negara Arab,” ujar sarjana Dirasah Islamiyah lulusan International University of Africa Sudan itu.
Keinginannya itu kemudian mengantarkannya ke Sudan. “Cita-cita saya untuk kuliah di Mesir tidak terwujud, tapi Allah menggantinya dengan kuliah di Sudan, negara tetangga Mesir. Jadi, patoklah cita-cita setinggi mungkin,” nasihat alumnus Pondok Pesantren Miftakhur Rosyidin Temanggung, Jawa Tengah, itu kepada para siswa SMPIT Insantama Leuwiliang.
Ustadz Anwar, demikian sapaannya, memberikan tips dan trik agar siswa bisa melanjutkan kuliah di negara-negara Arab. Pertama, meningkatkan kemampuan bahasa Arab. Kedua, rajin belajar untuk mendapatkan nilai rapor/ujian yang baik. Ketiga, menghafal Al-Qur’an minimal 4 juz. Keempat, terus semangat dan optimis.
Sementara itu Syahna Salsabila Rusydi yang tampil pada sesi kedua mengisahkan pengalamannya memenangkan sejumlah perlombaan ketika di bangku SMA dan sekarang di bangku kuliah mesti baru semester 2. Ketika duduk di bangku SMA, ia antara lain menjadi juara 1 Lomba Esai dan Video Kreatif di Universitas Brawijaya Malang, juara 1 Lomba Esai FORCES IPB 2020, juara 2 Lomba Cipta Cerpen Nasional di Universitas Padjadjaran Bandung 2019.
Lulusan SMAN 1 Leuwiliang itu juga lolos final PIM (Pekan Ilmiah Mahasiswa) Undip 2021, lolos pendanaan PKM (Proposal Kegiatan Mahasiswa) RSH (Riset Sosial Humaniora) dan PKM PI (Penerapan Iptek) pada Penelitian Hibah Mahasiswa Undip 2021. Ia bersama timnya menciptakan aplikasi yang diberi nama “Si Teta”. Ini aplikasi pengayaan kosa kata untuk membantu para penderita gangguan afasia berbicara, menulis, berhitung, dan membaca.
“Kita harus berani menyampaikan ide dan gagasan,” ujarnya memberi motivasi kepada para siswa.
“Hilangkan perasaan malu dan minder,” papar mahasiswa Sastra Indonesia Undip itu.[]






















