Kolombo, Gontornews — Pemerintah Sri Lanka, Jum’at (20/08/2021), memberlakukan penguncian secara nasional selama 10 hari ke depan untuk mengekang penyebaran Covid-19. Negara yang terletak di Samudera Hindia tersebut melaporkan lonjakan kasus kematian tertinggi nasional pada Rabu (18/08/21) dengan 187 kasus kematian dan 3.793 kasus positif baru.
“Penguncian nasional berlaku mulai pukul 10 malam mulai Jum’at (20/8/2021) hingga Senin (30/8/2021). Semua layanan penting akan tetap beroperasi seperti biasa,” kata Menteri Kesehatan Sri Lanka, Keheliya Rambukwella.
Sebelumnya, tenaga medis, pemimpin agama, politisi hingga pengusaha telah menyerukan pemerintah untuk memberlakukan penguncian nasional. Pada umumnya, mereka mengkhawatirkan penyebaran varian Delta yang sangat menular sebagai penyebab lonjakan kasus Covid-19.
“Jika mereka mendengarkan kami, itu akan baik untuk para pemimpin kami dan untuk negara,” kata anggota parlemen Sri Lanka, Tissa Witarana, sebagaimana dilansir Reuters.
Sebelum memberlakukan penguncian nasional, pemerintah Sri Lanka telah memberlakukan beragam penutupan kegiatan masyarakat. Mulai dari kegiatan belajar-mengajar di sekolah, menutup pusat kebugaran, kolam renang hingga membatalkan resepsi pernikahan hingga pertunjukan musik.
Melalui penguncian ini, pemerintah juga akan memberlakukan jam malam mulai pukul 10 malam hingga pukul 4 waktu setempat untuk membatasi pergerakan warga.
Sekitar 25 persen populasi Sri Lanka telah mendapatkan vaksin Covid-19 dari produsen asal Cina, Sinopharm. Selain Sinopharm, Sri Lanka juga menyetujui peredaran vaksin milik produsen Pfizer, Moderna, AstraZeneca dan Sputnik-V asal Rusia.
Secara tota, Sri Lanka telah melaporkan 372.079 kasus infeksi dan 6.604 kematian akibat virus asal Wuhan tersebut. [Mohamad Deny Irawan]





















