Khartoum, Gontornews — Presiden Sudan, Omar Al-Bashir mengatakan bahwa Pemerintah Sudah sepakat untuk mencabut larangan impor bagi sejumlah impor barang asal Mesir, Kamis (25/10). Keputusan ini diambil setelah Presiden Omar memberikan dukungan terhadap pemilihan presiden Abdul Fattah El-sisi awal tahun 2018.
Sebelumnya, Sudan memberlakukan pelarangan impor terhadap semua barang pertanian Mesir termasuk tanah dan tuduhan campur tangan politik yang dialamatkan kepada Sudan. Namun, ketegangan antara kedua negara diharapkan mereda setelah pencabutan larangan impor tersebut.
“Hari ini, saya menandatangani keputusan untuk mencabut larangan masuknya barang-barang Mesir ke Sudan guna menghilangkan rintangan terhadap perdagangan dan hubungan diantara kedua negara,” kata Presiden Omar sebagaimana dilansir Reuters.
Sebagaimana diketahui, nilai ekspor Mesir ke Sudan mencapai 550 juta dolar AS atau setara dengan 8,3 triliun rupiah (kurs 1 dolar AS = Rp 15.212,05,-) sepanjang tahun 2017. Sementara ekspor Sudan ke Mesir mencapai 103 juta dolar AS atau setera dengan 1,5 triliun rupiah pada periode yang sama.
Reuters menduga bahwa keputusan ini diambil setelah Sudan mengalami krisis ekonomi dan mengalami sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS tahun lalu. Akibatnya, Pemerintah Sudan terpaksa mendevaluasi mata uangnya bulan ini sebagai bagian dari upaya penyelesaian masalah ekonomi dalam negeri [Mohamad Deny Irawan]





















