Alaska, Gontornews — Peningkatan suhu dan perubahan iklim global mengancam keberadaan pulau Greenland yang seluruh permukannya berlapiskan es. Sebuah penelitian bahkan menyebut bahwa daratan Greenland akan hilang pada tahun 3000 jika perubahan iklim dan pemanasan global tidak bisa dikendalikan.
“Bagaimana penampakan Greenland dalam 1000 tahun yang akan datang? Apakah Greenland seperti Greenland hari ini atau hilang. Semua itu terserah kita?” kata Andy Aschwaden, peneliti utama penelitan berujudul Contribution of the Greenland Ice Sheet to sea level over the next millennium tersebut.
Lebih lanjut menurut guru besar Geofisika dari University of Alaska Fairbanks Geophysical Institute tersebut menjelaskan bahwa pada akhir abad ini, sekitar 4,5 persen lapisan es di Greenland hilang dan berkontribusi atas kenaikan permukaan air laut sekitar 13 inchi atau sekitar 33,02 centimeter.
Penelitian ini menggunakan data baru pada landskap di bawah es untuk membuat terobosan prediksi dan memodelkannya di masa depan. Temuan ini menunjukkan berbagai skenario kehilangan es dan meningkatnya permukaan air laut akibat gas rumah kaca dan perubahan iklim yang sedemikian ekstrem.
Sebagaimana diketahui, daratan Greenland membentang seluas 660.000 mil persegi (sekitar 1 juta kilometr persegi) yang setara dengan wilayah Alaska atau 80 persen wilayah AS bagian Timur Sungai Mississippi. Saat ini, lapisan es di wilayah Greenland mencapai 81 persen total wilayah Greenland dan mengandung 8 persen pasokan air tawar yang ada di bumi.
Jika Greenland mencair maka permukaan air laut akan meningkat hingga 24 kaki. Artinya, kota-kota seperti San Fransisco, Los Angeles, New Orleans dan kota-kota besar lain di Amerika Serikat akan berada di bawah air.
Sementara itu, salah seorang tim peneliti dari Institut Geofisika UAF, Mark Fahnestock, menjelaskan bahwa dalam dua dekade terakhir, banyak orang hanya memperhatikan keindahan Greenland meski banyak peneliti memprediksikan hilangnya wilayah Greenland.
“Apa yang kita ketahui dari dua dekade terakhir hanya menonton Greenland saja bukan karen akita jenius dan mengetahuinya tetapi karena kita hanya bisa menyaksikan hal-hal mengerikan itu bisa terjadi,” kata Fahnestock menyoal penggunaan metode IceBridge yang berusaha memantau wilayah Greenland dari udara.
“Adapun apa yang akan kita lihat di masa depan, itu tergantung pada apa yang akan kita lakukan selanjutnya,” pungkas Fahnestock. [Mohamad Deny Irawan]





















