London, Gontornews — Pengeboman yang dilakukan pasukan koalisi pimpinan AS di Raqqa, Suriah utara, menewaskan 29 warga sipil dalam 24 jam terakhir saat ISIS pada hari Selasa (8/8).
Observatorium untuk Hak Asasi Manusia Suriah yang berbasis di Inggris mengatakan, sembilan wanita dan 14 anak telah terbunuh dalam serangan udara koalisi di Kota Raqqa sejak Senin malam.
Observatorium mengatakan 14 orang yang tewas merupakan anggota satu keluarga, yang telah melarikan diri ke Raqqa dari Palmyra.
“Jumlah korban tewas bisa meningkat karena sejumlah korban luka parah,” tambahnya seperti dikutip Aljazeera.
Aliansi Arab-Kurdi yang didukung AS sedang berjuang untuk menyingkirkan ISIS dari Raqqa, benteng utama Suriah, dan telah menguasai sekitar 45 persen kota.
Pasukan koalisi sebelumnya mengatakan, mereka berusaha keras untuk menghindari korban sipil dan menyelidiki semua laporan bahwa serangannya telah membunuh warga sipil.
Koalisi tersebut mengatakan pada bulan Juli bahwa serangannya telah membunuh setidaknya 600 warga sipil di Irak dan Suriah sejak mulai beroperasi pada tahun 2014. Sebuah angka yang jauh lebih rendah daripada yang diberikan oleh pemantau independen. [Rusdiono Mukri]

















