Depok, Gontornews — Alur kehidupan dalam berkeluarga memang tidak selamanya mulus. Akan banyak kerikil-kerikil tajam yang harus dihadapi baik berupa ujian ataupun musibah yang sudah menjadi bagian dari takdir Allah SWT, diantaranya adalah kematian.
Cerai mati atau biasa diartikan sebagai perpisahan hubungan suami dan istri dikarenakan kematian antara keduanya, memang sangat banyak terjadi dan menyisakan luka mendalam bagi pasangan yang ditinggalkan. Apalagi jika dalam keluarga tersebut sudah dikaruniai putra dan putri, maka beban tanggungjawab mau tidak mau harus dilakukan seorang diri baik itu oleh suami atau istri yang ditinggal mati.
Beranjak dari percakapan tersebut, Komunitas Salimah kemudian menghadirkan beberapa tokoh Muslimahnya yang cukup berpengalaman mengarungi bahtera rumah tangganya masing-masing tanpa ditemani suami dikarenakan meninggal dunia. Unggul Hidayati, salah seorang pembicara asal Wonogiri, menjelaskan bahwa ketika sang suami meninggal, ia mencoba ikhlas menjalani hidup bersama ketujuh orang anaknya.
“Kita harus ingat janji Allah SWT bahwa barangsiapa yang bertakwa maka akan diberikan jalan keluar,” terangnya kepada Gontornews.com. Allah SWT akan membuka rahmat juga keberkahan yang besar, lanjutnya, seperti jalan keluar dan rejeki.
Kemudian disebutkan pula bahwa orang yang beriman dan beramal shaleh, serta mengimani bahwa Rasulullah SAW adalah pembawa risalah, maka Allah SWT akan menghapus dosa-dosa kita dan akan diperbaiki keadaan kita. Artinya hati kita akan dicondongkan pada kebaikan serta akan diperbaiki pula cara berpikir kita.
Perempuan yang biasa dipanggil Ibu Unggul itu lantas menambahkan, “Ketika kita menghadapi takdir dengan ketaatan kepada Allah SWT, nantinya kita akan menjadi orang yang survive, namun tetap dengan ikhtiar.” Oleh karena itu, ia pun lantas mencoba berikhtiar lewat usaha kuliner dengan membuat frozen food dan kemudian dipasarkannya.
Sebagai seorang janda, Unggul kini telah mampu menjalani kesehariannya, menafkahi keluarganya, serta terus bersyukur juga bersabar akan takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya. “Ujian diberikan kepada kita agar kita bergantung kepadaNya. Sehingga yang diharapkan hanya Allah Ta’ala,” pungkas Unggul. <Edithya Miranti>





















