Sumenep, Gontornews — Kepada Gontornews.com, Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA mengabarkan bahwa pada Selasa (24/1/2023) Nyai Hj Anisah Fathimah Zarkasyi berkesempatan memberikan penjelasan terkait tema Tadabbur dan Tafakkur Tafsir Al-Qur’an Surat Yunus Ayat 24.
Pada sebuah acara Pengajian Bulanan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura itu, putri kelima salah satu Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, yakni KH Imam Zarkasyi tersebut menerangkanΒ bahwa manusia telah menyulap ciptaan Allah (memotong tanaman dengan karya seni yang menawan, membuat air mancur menarik dalam berbagai bentuk). Manusia pun berfikir seolah-olah bisa melakukan apa saja, padahal sejatinya Allah Yang Mahakuasa.
Dunia ini, tambahnya, hanyalah seumur tumbuhan yang ditanam, setelah itu habis dimakan binatang. Maka, penting untuk dipahami bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan (kesenangan yang menipu), sedangkan kehidupan akhirat jauh lebih baik dari itu. Di kehidupan ini, manusia memperbanyak anak dan harta, dan sebagian mereka bangga dengan itu semua.Β Kalau hidup di pondok tujuannya dunia, dia tidak akan kaya. Karena itu, niatkan lillaahi ta’ala.
Lantas, siapakah orang-orang yang dikatakan berjuang di jalan Allah? Istri almarhum KH Moh Tidjani Djauhari MA itu lantas menjabarkan bahwaΒ pertama, mereka adalah orang-orang yang berjuang untuk akhirat, untuk agama Allah.Β Kedua, lelaki yang berusaha menafkahi keluarganya.Β Ketiga, orang yang mempertahankan harta demi akhirat.Β Keempat, para pejuang di pondok (kiai, nyai, guru-guru, petugas dapur, kebun, karyawan, dan seluruh penghuni yang membantu thalibul ‘ilmi).
Salah satu sifat manusia adalah tidak puas dengan sesuatu yang dimiliki atau dicapai, maka dari itu cara untuk mengendalikannya adalah dengan banyak bersyukur dan qona’ah. Ada beberapa perbuatan yang bersifat dunia, karena niatnya baik (untuk akhirat) maka menjadi perbuatan akhirat, dan begitu pun sebaliknya. Ada perbuatan yang bersifat akhirat, namun karena niatnya buruk (untuk dunia) maka menjadi perbuatan dunia. Oleh karenanya teruslah kita bersama-sama memperbaiki niat kita dalam setiap tindakan.
Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW pernah berkata, bahwa apabila seorang perempuan memakai wewangian dan dia berjalan di depan laki-laki untuk menarik perhatian, maka dia pezina. Di sini bukan hanya soal memakai parfum saja, namun termasuk hal berdandan dan memakai baju (jika tujuannya adalah untuk mencari perhatian lawan jenis yang belum halal, maka dia berdosa.
Selanjutnya, penting juga untuk dipahami bahwa apabila kita berada dalam kesulitan, yakinlah bahwa Allah Karim dan Rahman Rahim kepadaΒ hamba-Nya. Yakinlah juga bahwa rezeki itu tidak melulu soal uang, karena kesehatan jasmani dan rohani, bisa beribadah dan beraktivitas dengan tenang itu juga rezeki yang sangat harus disyukuri.
Jika seorang hamba selalu ikhlas, sabar terhadap ujian, teguh pendirian, dan tidak dzalim kepada makhluk-Nya, niscaya Allah terima amalannya. Kemudian, ingatlah dan terus berhati-hatilah terhadap beberapa organisasi seperti JIL (Jaringan Islam Liberal), KUPI (Kumpulan Ulama’ Perempuan Indonesia), dan Moderasi Agama (Penyetaraan Agama)! “Menghargai atau toleransi terhadap agama lain (yes), tapi meyakini akidah agama lain (no)!” tegas sang Nyai.
Nyai Anisah lantas menekankan bahwa ijazah dari Syeikh Idris Isa Al-‘Iroqi, bisa dipakai untuk semua urusan dan kebutuhan
Ψ£Ψ³ΨͺΨΊΩΨ± Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨΉΨΈΩΩ Ψ₯ΩΩ ΩΨ§Ω ΨΊΩΨ§Ψ±Ψ§ (dibaca 1261 kali) dan ΩΩΨ§ Ω ΩΨΊΩΩΩΨ«Ω (dibaca 1450 kali). Dalam tarjamah QS. ad-Dzariyat diterangkan bahwa taman-taman surga dan mata airnya dihadiahkan bagi orang-orang yang bertaqwa, mereka orang-orang yang baik, yang sedikit sekali tidur di waktu malam, serta memperbanyak istighfar di waktu sahur. Terakhir Nyai Anisah pun mendoakan, “Semoga Allah senantiasa memberikan kita kesehatan, bisa menjadikan kita selalu ikhlas dan istiqomah dalam menjalakan peran dan tugas sebagai istri, ibu, dan tenaga pendidikan di pondok ini. Aamiin.” [Edithya Miranti]






















