Meski Taiwan telah memesan jutaan dosis vaksin Moderna dan AstraZeneca, mereka tetap mengembangkan program vakisn lokal. Sejatinya, Taiwan berencana untuk memberikan vaksin dosis pertamanya pekan depan. Vaksini ini dibuat oleh Medigen Vaccine Biologics.
Dalam penjelasannya, Kementerian Kesehatan Taiwan mengatakan penolakan itu terjadi karena antibodi hasil kandidat vaksin UBI Pharma tidak sesuai dengan standar AstraZeneca. Namun, Kementerian berencana untuk melakukan uji coba fase ketiga di India.
“Kami masih harus mengikuti standar tertentu,” kata Menteri Kesehatan Chen Shih-chung sebagaimana dilansir Reuters.
Pada bulan Juni, UBI Pharma telah berusaha untuk mendapatkan otoritasi penggunaan darurat dari pemerintah Taiwan. Dalam uji coba fase kedua, kandidat vaksin tersebut tidak menunjukkan efek samping yang besar bagi penggunannya. Vaksin tersebut, lanjut UBI Pharma, mampu menghasilkan respon kekebalan yang baik.
Sebeumnya, Pemerintah Taiwan telah menuai kritik dari partai oposisi tentang rencana Presiden Tsai Ing-wen untuk memberikan vaksin dalam negeri sebelu uji klinis kedua keluar. Kemudian, Presiden Tsai meminta pihak terkait untuk meneliti proses uji coba kedua secara ketat sesuai dengan kaidah ilmiah global dan tetap mengutamakan keselamatan.
Sejauh ini, 40 persen dari 23,5 juta penduduk Taiwan telah mendapatkan vaksin lengkap. Berbeda dengan negara-negara lain, Taiwan tidak menghadapi tekanan besar untuk memvaksinasi penduduknya karena mereka mampu mengendalikan pandemi dengan baik. [Mohamad Deny Irawan]





















