Bogor, Gontornews — Orang sakit yang dipimpin oleh orang sehat itu tidak enak. “Apalagi orang sehat yang dipimpin oleh orang sakit. Pasti akan lebih tidak enak lagi,” kata Pimpinan Pondok Modern Gontor di Bogor, Selasa (29/11).
Berbicara dalam Seminar Nasional dan Muktamar XIX Al-Ittihadiyah di Puncak, Bogor, Kiai Hasan mengawali uraiannya dengan membaca puisi. “Orang bodoh dipimpin orang pintar itu tidak enak. Apalagi orang pintar dipimpin orang bodoh lebih tidak enak lagi,” ungkapnya..
“Naaah…Orang kafir dipimpin orang Muslim itu tidak enak. Apalagi orang Muslim dipimpin oleh orang kafir. Pasti… Silahkan lanjutkan sendiri,” tambah Kiai Hasan.
Kyai yang sangat enerjik ini menekankan bahwa tidak ada pemimpin kafir yang adil dan jujur, Mengapa? “karena sama diri sendirinya saja dia tidak adil dan jujur. Sebagai buktinya dia tidak mengakui sang Kholiq Maha Penciptanya.”
Selain pimpinan PM Gontor, seminar juga menampilkan tiga pembicara ainnya. Yaoitu Ustadz K H Bachtiar Nasir ketua GNPF MUI,. Dr H Ahmad Heryawan Lc, Gubernur Jawa Barat, dan Dr H Martin Roestamy SH MH, Ketua Umum Al-Ittihadiyah. Acara dimoderatori oleh Ustadz Dr Emnis Anwar, Wakil Ketua Umum Al-Ittihadiyah, yang juga Pemimpin Umum Majalah Gontor..
Ketua umum Al-Ittihadiyah menyebut Kyai Hasan selbagai Gurunya Para Ulama. Ini karena telah melahirkan banyak pejuang pembela agama Allah di bumi pertiwi ini. Dia memberikan perumpamaan, seandainya ada tisu dijatuhkan dari atas pesawat, pasti alumni Gontor yang akan mendapatkannya. “Alumni Gontor tersebar dimana-mana. Salah satunya Ustadz Bahtiar Nasir yang sekarang menjadi Ketua GNPF MUI,” tegasnya.
KH Bachtiar Nasir menyatakan bahwa 70% bekal kepemimpinan saya dapatkan dari Gontor, 20% dari Sulawesi, 10% dari Madinah.”Itulah sumber dasar yang ada dalam jiwa kepemimpinan saya, jadi semua yang dilakukan murni untuk umat dan berjuang hanya karna Allah meluruskan niat Lillah jadi kalau ada yang niatnya bergabung di GNPF MUI dengan kepentingan Duniawi maka dia akan tergilas dengan sendirinya.
Gubernur Jawa Barat yang diwakili oleh Asda Bidang Kesra, ir H Ahmad Hadadi, menyampaikan pesan bahwa Gubernur Jabar pada prinsipnya siap mendengarkan pesan dan menerima nasehat dari para Kyai. Pihaknya akan bererima kasih atas semua pesan dan nasihat dari para ulama, termasuk ulama Gontor.. ( Al Hafidh )




















