Ankara, Gontornews — Tank-tank Turki telah memasuki wilayah Suriah sebagai bagian dari operasi militer yang didukung oleh AS untuk mengusir kelompok ISIS dari kota perbatasan Suriah, Jarablus. Demikian menurut media Turki.
Pasukan khusus Turki telah menyeberangi perbatasan dan memasuki Jarablus hari Rabu pagi, kata para pejabat.
“Operasi yang dimulai sekitar pukul 04:00 waktu setempat (01:00 GMT), bertujuan untuk membersihkan perbatasan Turki dari kelompok teroris, membantu untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan mendukung integritas wilayah Suriah,” kata kantor berita Anadolu mengutip para pejabat Turki, Rabu (24/8).
Media Turki mengatakan, operasi melibatkan artileri dan penembakan roket serta pesawat tempur di pagi hari, sebelum pasukan darat, termasuk kendaraan lapis baja memasuki Suriah menjelang siang.
Operasi ini menargetkan ISIS dan pejuang Kurdi Suriah di Suriah utara untuk mengakhiri serangan di perbatasan Turki, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan dalam sebuah pidato di ibukota Ankara, Rabu.
“Pada pukul 4:00 pagi ini, operasi dimulai di Suriah bagian utara terhadap kelompok teror yang terus mengancam negara kita, seperti Daesh [akronim Arab untuk ISIS] dan PYD [kelompok Kurdi Suriah],” katanya dalam pidato di Ankara.
Turki telah berjanji pada hari Senin untuk “benar-benar membersihkan” pejuang ISIS dari daerah perbatasan setelah seorang pembom bunuh diri yang dicurigai terkait dengan kelompok itu menewaskan 54 orang di sebuah pesta pernikahan Kurdi di Gaziantep.
Turki juga prihatin dengan semakin kuatnya pengaruh kelompok Kurdi Suriah di sepanjang perbatasan, di mana mereka telah menguasai hamparan besar wilayah sejak awal perang Suriah pada tahun 2011.
Turki menilai mereka terkait dengan PKK, yang telah melancarkan aksi bersenjata terutama di tenggara negara itu.
“Sulit untuk melakukan operasi ini tanpa lampu hijau dari Moskow, Teheran, Damaskus dan Washington,” ujar Metin Gurcan, analis keamanan, mengatakan kepada Al Jazeera dari Istanbul. [Rusdiono Mukri]




















