Mumbai, Gontornews — Hujan deras yang terus menerus menyebabkan tembok Mumbai runtuh menimpa permukiman kumuh yang menewaskan sedikitnya 15 orang. Pusat keuangan India yang menampung sekitar 20 juta orang terhenti setelah dua hari hujan lebat.
Tembok itu runtuh pada dini hari Selasa (2/7), menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 69 lainnya.
Seorang pejabat pemadam kebakaran berkata, “Pekerjaan penyelamatan masih berlangsung. Sejauh ini kami telah menyelamatkan lebih dari selusin orang.”
Lebih dari 300 mm (11,8 inci) hujan turun selama 24 jam di beberapa area kota, menyebabkan banjir besar.
Penduduk disarankan untuk tetap tinggal di dalam rumah karena sekolah dan perguruan tinggi ditutup akibat hujan yang terus turun selama dua hari. Selasa dinyatakan sebagai hari libur umum. Bandara ditutup.
Pemerintah negara bagian Maharashtra mengatakan, hanya layanan darurat yang akan berfungsi di kota itu pada hari Selasa.
Layanan kereta berkurang karena jalur yang tergenang air. Penumpang terdampar di stasiun semalaman.
Pada akhir pekan, sedikitnya 15 orang, termasuk empat anak-anak, tewas ketika sebuah dinding runtuh di gubuk-gubuk yang menampung para pekerja saat hujan lebat di kota Pune, India barat, 150 kilometer (sekitar 100 mil) dari Mumbai, pada hari Sabtu.
Secara historis, tutupan mangrove Mumbai yang telah sangat efektif dalam membantu mengalirkan air, kini telah tiada berganti gedung-gedung tinggi. [RM]






















