Paris, Gontornews — Seorang pria yang ditangkap di Paris setelah dua orang terluka karena serangan pisau daging mengatakan, dia menargetkan majalah satir pekanan Charlie Hebdo dalam serangan itu, kata sumber polisi pada 26 September.
Kedua orang itu diserang pada 25 September di depan bekas kantor Charlie Hebdo, tempat militan Islamis menembak mati 12 orang pada 2015 karena majalah tersebut telah menerbitkan kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW.
Kekerasan pada 25 September bertepatan dengan dimulainya pengadilan terhadap 14 orang yang diduga sebagai kaki tangan dalam serangan tahun 2015. Menjelang persidangan, Charlie Hebdo telah menerbitkan ulang kartun tersebut.
Sumber polisi mengatakan, tersangka penyerang yang menurut Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin berasal dari Pakistan dan tiba di Prancis tiga tahun lalu sebagai anak di bawah umur tanpa pendamping, bekerjasama dengan polisi.
Sumber pengadilan mengatakan, penahanan tersangka telah diperpanjang pada 26 September pagi. Di bawah hukum Prancis, dia menghadapi penyelidikan formal di akhir proses.
Seorang yang dicurigai sebagai kaki tangan dibebaskan pada 26 September tetapi tiga lainnya ditangkap, termasuk saudara laki-laki tersangka penyerang. Pada 26 September malam, sembilan orang ditahan termasuk tersangka penyerang.
Tersangka kedua juga ditahan beberapa saat setelah serangan itu dan jaksa penuntut mencoba untuk mengetahui hubungannya dengan penyerang. Dia dibebaskan tanpa dituntut, kata sumber itu.
Charlie Hebdo pindah ke lokasi rahasia setelah serangan 2015. Bekas kantornya sekarang digunakan oleh perusahaan produksi televisi.
Dua staf perusahaan produksi, seorang pria dan seorang wanita, berada di jalan sambil merokok ketika mereka diserang, menurut jaksa dan seorang kolega para korban.
Al Qaeda, kelompok militan Islam yang mengatakan bertanggung jawab atas serangan 2015, mengancam akan menyerang Charlie Hebdo lagi setelah menerbitkan ulang kartun Nabi.
Prancis telah mengalami gelombang serangan militan termasuk pemboman dan penembakan pada November 2015 di teater Bataclan dan situs di sekitar Paris yang menewaskan 130 orang. Pada Juli 2016, seorang militan mengendarai truk melewati kerumunan yang merayakan Hari Bastille di Nice, menewaskan 86 orang. []






















