Bangkok, Gontornews — Pemerintah Thailand, Rabu (16/2/2022), menargetkan ekspor lebih banyak durian ke pasar ekspornya, Cina. Pada tahun 2021, Thailand berhasil mengekspor lebih dari 875.000 ton durian ke Cina. Jumlah tersebut setara dengan pendapatan negara sebesar 4 miliar dolar Amerika Serikat.
Namun, kebijakan zero COVID-19 di Cina berpotensi berdampak buruk terhadap ekspor durian pada musim-musim mendatang. Strategi ketat tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di berbagai perlintasan perbatasan, dimana ribuan truk pengangkut bahan makanan dari Asia Tenggara harus menjalani pemeriksaan COVID-19
Jika terdeteksi positif, otoritas terkait akan menghancurkan barang yang mereka bawa dan perbatasan akan ditutup selama beberapa hari atau pekan mendatang.
βKerusakannya sangat besar, dengan puluhan ribu ton buah diperkirakan telah rusak,β kata Chonlatee Numnoo, Direktur Kantor Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Wilayah 6 yang meliputi provinsi Chanthaburi, Rayong dan Trat, sebagaimana dilansir Channel News Asia.
βKami sulit mengontrolnya karena ada kemungkinan terdeteksi dengan random check. Apalagi mengingat situasi COVID-19 saat ini, varian omicron mudah menular dan menyebar dengan cepat. Jadi, kami cukup khawatir,β sambung Chonlatee.
Untuk meminimalkan risiko kontaminasi dan mencegah penundaan yang tidak perlu, Thailand telah menerapkan strategi nol zero COVID-19 di perkebunan durian dan rumah pengemasan. Itu juga termasuk dengan pemeriksaan COVID-19 secara berkala, penggunaan masker, sarung tangan, pemeriksaan suhu tubuh, disinfektan produk, kemasan serta kendaraan pengangkut yang akan melintasi perbatasan.
βKami harus memastikan rumah pengepakan kami bebas dari COVID-19,β kata Chonlatee. βBahkan untuk pengemudi yang akan membawa truk, kami juga memiliki tindakan pengendalian untuk mereka. Misalnya, mereka memiliki akomodasi yang dirancang khusus untuk mereka,β ucap Chonlatee. [Mohamad Deny Irawan]





















