Stockholm, Gontornews — Tiga ilmuwan dari AS, Perancis dan Kanada telah dianugerahi hadiah Nobel Fisika 2018 atas jasanga mengembangkan teknik laser intensitas tinggi.
Akademi Sains Kerajaan Swedia (Royal Swedish Academy of Sciences/RSAS) di Stockholm, Selasa (2/10) petang mengumumkan bahwa Arthur Ashkin dari AS, Gérard Morou dari Perancis, dan Donna Strickland dari Kanada akan berbagi hadiah senilai 9 juta kronor Swedia (£ 770.000).
Ashkin memenangkan setengah dari hadiah untuk pengembangan “pinset optik” yang memungkinkan organisme kecil dapat ditangani dengan balok cahaya. Mourou dan Strickland berbagi separuhnya, hingga masing-masing mendapat dari total hadiah Nobel Fiskka. ”Mereka telah berdedikasi tinggi bagi ilmu pengetahun dengan menghasilkan metode laser intensitas tinggi dan pulsa optik ultra-pendek optik,” kata Komite Nobel RSAS dalam siaran persnya.
Strickland, dari University of Waterloo di Ontario, menjadi wanita pertama yang memenangkan Nobel Fisika sejak Maria Goeppert Mayer dihormati pada tahun 1963 untuk karyanya pada struktur shell nuklir. Strickland hanyalah wanita ketiga dalam sejarah yang memenangkan hadiah fisika.
“Kita perlu merayakan fisikawan perempuan karena kita ada di luar sana, dan semoga pada waktunya nanti akan mulai bergerak maju dengan lebih cepat. Saya merasa terhormat menjadi salah satu wanita itu, ” ungkap Strickland dalam wawancara telepon dengan panitia.
Kepada Komite Nobel, Ashkin menyampaikan permohonan maafnya tidak dapat memberikan wawancara karena sangat sibuk dengan kajian terbarunya.
Sebelumnya, pada hari Senin (1/10), James Allison dari Texas MD Anderson Cancer Center di Houston dan Tasuku Honjo dari Universitas Kyoto memenangkan Nobel Kedokteran 2018 atas jasanya mereka dalam memanfaatkan sistem kekebalan tubuh untuk memerangi kanker.[DJ]





















