Ngawi, Gontornews – Pemandangan tidak biasa terjadi dalam acara penyambutan Grand Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmed Mohammed At-Thayyeb di Gontor Putri 1 Mantingan, Ngawi, Rabu (2/5). Kali ini, Wakil Pengasuh Gontor Putri 1 Matingan, KH Ahmad Suharto menunjuk Salsabila Khairunnisa (19) sebagai master of ceremony atau pembawa acara penyambutan GSA beserta rombongan.
Rasa gugup dan nervous yang dihinggapi oleh sebagian besar pembawa acara kerap dialami. Terlebih, jika tamunya berkelas internasional, sudah pasti rasa gugup akan semakin membesar. Namun, Salsabila sudah mengetahui caranya.
“Untuk menghilangkan nervous, saya menarik nafas terus buang pelan-pelan. Saya harus enjoy dan menikmati momentum acara ini serta harus menjiwai,” kata Salsabila saat dihubungi Gontornews, Ahad (7/2) malam.
“Jadi ketika sebuah kesalahan terjadi, maka itu berarti sang pembawa acara sedang tidak fokus dan tidak menjiwai acara,” tambah Salsabila.
Terlebih, dalam pelaksanaan acara penyambutan kunjungan GSA di Auditorium Gontor Putri 1 Mantingan tersebut, panitia sempat mengubah acara tepat 15 menit sebelum acara berlangsung. Saat itu, Salsabila takut salah tetapi mendapatkan nasihat penting dari gurunya, Ustadz Sunan Autad Sarjana.
“Meski saya sempat berpikir bagaimana-bagaimana, tapi ustadz Sunan bilang kepada saya, ‘Kapan lagi’ (membawakan acara berkelas internasional seperti kunjungan GSA itu),” ujar mahasiswi semester 4 Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor tersebut.
Ke depan, Salsabila berharap dapat membawakan acara seminar. Namun secara keseluruhan, apapun acaranya, jika ditunjuk sebagai MC, penampilannya harus tetap bagus.
“Sekecil apapun acaranya, MC nya harus bagus. Mau MC-nya sekelas muhadharah (latihan pidato), harus tetap bagus,” pungkas Salsabila. [Mohamad Deny Irawan]






















