Bekasi, Gontornews — Bagi para wali, memondokkan anak adalah rezeki. Selain kemampuan fisik, kemampuan psikis juga sangat diperlukan bagi para wali juga para santri. Namun, karena ikatan batin yang terjalin antara orang tua dan anak yang tidak dapat dipisahkan maka opsi untuk menjenguk anak di pondok atau yang biasa disebut dengan dengan istilah mudif atau mudifah jadi pilihan utama dalam mengobati rasa kangen telah menjadi keharusan.
Namun, menurut salah seorang pengajar di Bimbingan belajar Ikatan Keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor cabang Bekasi (Bimbel IKPM Bekasi), Mega Triwulansari, menjenguk santri pun juga perlu trik agar tidak kebablasan dan keseringan.
Lebih lanjut, menurut alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) tahun 2012 tersebut, menyarankan agar para wali santri baru tidak sering-sering menjenguk putra/putrinya karena para santri masih beradaptasi dengan lingkugan barunya. Mega lantas menyarankan agar para wali mengirimkan wesel dan paket kepada santrinya.
βBiasanya, solusi terbaik bagi para wali santri yang ingin mengurangi frekuensi penjengukan adalah dengan mengirim paket atau wesel,β kata Mega kepada Gontornews.
βPara santri biasanya memaklumi jika mereka belum bisa dijenguki. Bagi mereka, kiriman paket ataupun wesel yang terus mengalir adalah kompensasi logis dari berkurangnya frekuensi penjengukan,β tambah Mega.
Mega lantas menjelaskan ada 3 maksud dibalik permintaan mudif yang terlontar dari santri kepada wali santri: 1) bermain gawai (gadget), 2) makan enak, dan 3) bertemu orang tua menceritakan suka duka selama mondok.
βTapi pasti yang dibilang hanya kangennya saja (saat ditelepon),β pungkasnya berdasarkan pengalaman beliau semasa mondok di Gontor. [Mohamad Deny Irawan]



















Terimakasih tips / infonya….sangat bermanfaat bagi walisantri yang baru seperti kami…