Satu tahun yang lalu, mujahidku Muhammad Zaim Rashif masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Rembang, ketika mau kenaikan kelas dua, saya tawari masuk ke Pondok Pesantren Gontor, ia pun menjawab mau. Beberapa hari kemudian saya tanyakan kembali untuk memantabkan hatinya, dan dengan sangat yakin bilang mau banget masuk Gontor.
Saat mau pindah, beberapa guru dan teman-temannya sempat menahannya, tapi Alhamdulillah mujahidku tetap istiqomah dengan tekadnya untuk belajar ilmu agama di Gontor dan melepas sebagai ketua DKM dan juga perwakilan duta remaja kabupaten Rembang. Sayang banget keluar dari SAM Favorit, padahal masuknya susah. Kira-kira begitu pendapat banyak orang, ketika Za’im pindah ke Gontor.
Alhamdulillah, tiba saatnya pendaftaran, dua hari sebelum penutupan pendaftaran kami antar ke Gontor untuk mendaftar, tidak ada persiapan khusus karena minimnya info juga. Tiba di Gontor hanya dapat nomor antrian untuk daftar keesokan hari.
Pagi saat mau tes lisan ternyata harus memakai seragam hitam putih, sepatu pantofel, peci hitam. Akhirnya saya ke koperasi untuk membeli keperluannya. Alhamdulillah ukurannya ada semua, setelah tes lisan kami tinggal pulang.
Tibalah hari pengumuman menunggu telpon dari mujahidku, dari pagi, siang, akhirnya sore jam tiga telpon rumah berdering, kami menerima kabar mujahidku diterima di Gontor 6. Alhamdulillah…..esoknya kami susul ke Gontor 6.
Alhamdulillah, ia naik ke kelas 3 intensif dan pindah ke Gontor 1. Semoga selalu diberikan kesehatan dan senantiasa istiqomah ya nak…
Dari Bunda Atiq Nura


















