pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 8 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Transformasi dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Agile

Prof Dr H Abdul Mu’ti Med, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
14 November 2025
in Wawancara
0
Transformasi dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Agile

Foto: Dinas Pendidikan Prov. Riau Kepulauan

Generasi rebahan, sebuah ungkapan satire bagi para pemuda yang malas untuk bergerak, malas untuk beraktifitas dan malas untuk mengembangkan diri. Dalam teori sosial, instrumen ‘kemalasan’ ditandai dengan angka NEET (Not in Education, Employment or Training) atau jumlah pemuda yang tidak sekolah, tidak bekerja atau tidak mengikuti program pelatihan atau workshop.

Survei yang dilakukan oleh JakPat yang melibatkan 1.155 responden, pemuda kelahiran 1997-2012, mengungkap 63 persen dari mereka memanfaatkan waktu kosong untuk menggulirkan (scroll) sosial media di gadget mereka. Tidak hanya itu, dalam survei yang dilaporkan pada Desember 2024 itu, 37 persen Gen Z mengalami anxiety disorder atau perasaan gelisah, cemas, khawatir, risau atau emosi yang ditandai dengan keadaan yang tidak menyenangkan akibat kekacauan batin.

Pertanyaannya: Apa yang terjadi pada mereka? Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, menjawabnya dengan lugas karena mereka generasi Strawberi, generasi yang tampak indah tapi layu manakala terkena sinar matahari.

“Sekarang ini kita menghadapi tantangan yang saya sebut dengan fragile generation, generasi yang ringkih. Dalam bahasa Al-Qur’an, generasi yang dha’if, generasi yang lemah. Terutama lemah mental, lemah spiritual walaupun secara fisik generasi sekarang ini lebih hebat dari generasi masa saya,” ungkapnya saat tampil pada Scout Wisdom Forum dalam perhelatan World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, 12 September 2025.

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Tetapi, pria yang juga mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah 2022-2027 itu juga memberikan sejumlah masukan dan solusi agar generasi muda menjadi generasi Agile, generasi yang kuat fisik dan kuat mental guna menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang.

Wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, yang hadir dalam pertemuan tersebut berhasil merangkum pidato Prof Abdul Mu’ti dan merangkainya dalam format tanya-jawab. Berikut ulasannya!

Bagaimana Anda melihat perhelatan World Moslem Scout Jamboree (WMSJ) 2025 di Jakarta?

Saya merasa berbahagia dan bergembira bisa hadir di sini, di forum yang sangat penting, forum pramuka, generasi Muslim dunia yang diselenggarakan dan diprakarsai oleh Pondok Modern Gontor Ponorogo. Ini dalam rangkaian 1 Abad Pondok Modern Darussalam Gontor yang menjadi peletak dasar pondok modern di Indonesia.

Program ini sangat penting dan sangat sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang berusaha untuk menunaikan amanat konstitusi dan melaksanakan kebijakan Presiden Prabowo untuk membangun generasi yang berkarakter, generasi yang sehat, generasi yang kuat dan generasi yang berdedikasi tinggi dalam membangun bangsa dan negaranya.

Program seperti ini sangat penting di tengah tantangan kita, ketika banyak generasi muda kita menjadi generasi, yang sering ulang-ulang, generasi stroberi. Stroberi itu indah dipandang, tapi begitu terkena sinar matahari langsung layu.

Selain generasi stroberi, kita sedang menghadapi tantangan generasi fragile. Apa yang Anda maksud?

Sekarang ini kita menghadapi tantangan yang saya sebut dengan fragile generation, generasi yang ringkih. Dalam bahasa Al-Qur’an, generasi yang dha’if, generasi yang lemah. Terutama lemah mental, lemah spiritual walaupun secara fisik generasi sekarang ini lebih hebat dari generasi masa saya. Tetapi kita juga melihat hasil tes yang dilakukan oleh Menteri Kesehatan atau Kementerian Kesehatan yang karena habit (kebiasaan) gaya hidup (lifestyle), mereka ternyata physically not really healthy.

Secara fisik, mereka juga tidak cukup sehat karena beberapa sebab: Pertama, kebiasaan untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat, banyak makanan yang kita sebut junk food, makanan yang maybe delicious but not nutritious. Nah, more seriously it is neither nutritious nor delicious. Enak juga kagak, bergizi juga kagak. Tapi itu yang banyak dikonsumsi anak-anak kita.

Junk food, makanan yang mungkin ladzid, mungkin delicious, tapi tidak sehat untuk jasmani, tidak sehat untuk fisik generasi bangsa kita ini. Mengonsumsi minuman dengan kadar gula yang tinggi. Sehingga dari hasil tes kesehatan itu, banyak mereka yang berusia muda, masih kepala dua, tapi sudah mengalami diabetes dan lain-lain. Itu karena nutrisi.

Bagaimana Anda mendefinisikan niraktivitas pada pemuda yang sering kita sebut mager?

Anak-anak muda sekarang ini mager. Mager itu malas gerak. Lack of physical activities, tidak banyak kegiatan fisik. Yang banyak gerak, jari jempolnya. Kenapa? Mereka lebih banyak memegang gadget daripada memegang buku dan lebih banyak berinteraksi dengan mereka yang jauh tapi ‘tidak dekat’ dengan mereka yang dekat. Duduk bersebelahan tapi mengobrol, bukan dengan sebelahnya, tapi dengan mereka yang berada di belantara dunia yang berbeda. Tertawa sendiri, entah dengan siapa. Sementara di sebelahnya juga begitu.

Malas gerak itu membuat mereka physically tidak cukup sehat. Dan yang kedua, selain malas gerak, mereka malas bergaul karena mereka menghabiskan banyak waktu di depan screen. Kalau dulu screen-nya televisi, sekarang screen-nya gawai. Inilah yang sedang kita perbaiki, coba kita jawab dengan gerakan-gerakan yang kita menyebutnya gerakan “7 kebiasaan anak Indonesia hebat” dan berbagai kegiatan yang dimaksudkan agar generasi muda ini perlahan-lahan berubah from fragile generation to agile generation. Kalau fragile itu mudah patah, mudah pecah, dan banyak generasi muda kita ini mudah patah hati.

Anda juga menyebut mereka generasi barcode. Apa maksudnya?

Generasi barcode adalah sebuah generasi yang ketika sudah bucin (budak cinta), cinta buta, cinta seseorang dan patah hati, dia melukai diri sendiri sebagai tanda kalau dia sedang berduka cita dan dia kemudian bertekad untuk hidup dan mati bersama-sama. Ini juga persoalan mental yang kita hadapi.

Saya beberapa bulan lalu membaca buku judulnya ‘Beberapa Alasan untuk Tidak Setuju Bunuh Diri’. Penulisnya seorang profesor yang mencoba 10 kali bunuh diri. Profesor ini mencoba 10 kali bunuh diri dan tidak mati. Karena itu dia menulis buku itu.

Lalu apa yang perlu dilakukan agar mereka tidak mager?

Saya itu mewajibkan diri saya setiap bulan harus beli buku baru minimal 1 dan harus saya baca supaya, sebagai menteri, saya tidak ketinggalan informasi dan saya selalu meng-update ilmu-ilmu yang baru karena ini bagian dari komitmen saya untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Setidaknya ada tujuh kebiasaan itu yang kalau kita gali dari ajaran Islam, kulluhum mawjudun fil qur’an wa sunnatirrasul. Bangun pagi maujud fil qur’an. Pertama, kita diperintahkan untuk bangun fajar. Wa minallayli fatahajjad bihi nafilatan laka, ‘asa an yab’atsaka rabbuka maqāman mahmūdan.

Yang kedua, beribadah. Banyak riset yang menunjukkan kebiasaan bangun pagi dan ibadah itu tidak hanya memberikan kesehatan secara spiritual tetapi juga kekuatan mental dan kesiapan menghadapi hari yang baru dengan optimisme. Yang berlalu, biarlah berlalu. Yesterday is yesterday and we are not living in yesterday. We are living in now and the future.

Yang ketiga, kebiasaan untuk senantiasa berolahraga. Tidak harus selalu berat, ringan saja karena tubuh kita ini harus bergerak. Ciri makhluk hidup itu bergerak. Jika sudah tidak bergerak, berarti tidak hidup. Kemudian, mereka harus generasi yang membiasakan diri makan sehat dan bergizi. Qur’annya, halalan thayyiban. Itulah sehat bergizi. Kemudian berikutnya, gemar belajar. Utlubil ilma minal mahdi ilal lahdi. Gemar belajar, belajar sepanjang hayat. Belajar dari siapa saja, belajar kapan saja, bahkan belajar kepada alam.

Apa pendapat Anda tentang kegiatan pramuka?

Menurut saya, nilai-nilai kepanduan ini menjadi bagian penting bagaimana kita membangun agile generation, generasi yang punya mental kuat, generasi yang memiliki kemandirian, generasi yang memiliki kesiapan untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Generasi, yang sering saya sebut, melaksanakan misi nubuwwah yaitu menghadirkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Dan inilah yang menjadi ciri kepanduan dan itu alasan saya mengapa pramuka saya wajibkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di semua jenjang pendidikan di Indonesia.

Pramuka menanamkan kegembiraan. Wa absyirū, bergembira kalian, semua harus bergembira. Karena itu pramuka itu cirinya kan gembira, menyapa dengan gembira. Ini yang menjadi ciri dari generasi yang punya optimisme. Dia optimis. Masalah selalu ada, tapi tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Karena itu, dia menghadapi semua masalah, semua rintangan, dengan gembira, dengan suka cita. Masalah tidak bisa diselesaikan dengan kita bermuram durja. Dan inilah yang dibangun oleh pramuka yang senantiasa positif melihat sesuatu. []

Tags: Generasi StroberiJambore Pramuka Duniawmsj
Share8Tweet5Send
Previous Post

Pendekatan Teologi dalam Psikoterapi Perspektif Imam Al-Ghazali

Next Post

Komitmen UIN Ar-Raniry Aceh Dirikan Pusat Studi Pesantren

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

2 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

0
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

0
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

Kiai Fatwa: Pendidikan Holistik Darul Amanah Lewat Prestasi Nasional dan Sudah Berkarir di Berbagai Sektor

6 September 2026
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

6 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result