Bandung, Gontornews — Belajar di rumah dalam jangka waktu lama tentu membosankan. Apalagi jika suasana rumah tidak banyak mendukung kegiatan belajar anak. Lebih tepatnya, tidak banyak memberi sugesti positif ke diri anak.
”Sugesti adalah proses psikologis dimana pikiran, perasaan, atau perilaku seseorang dibimbing oleh orang lain dan lingkungannya,” jelas Kak Eka Wardhana SPsi.
Contoh, lanjut pendongeng yang satu ini, saat seseorang mengikuti seminar motivasi bisnis, ketika ia pulang, ia mempunyai semangat menjadi pebisnis dan mulai membuka sebuah usaha.
”Dalam belajar-mengajar, baik di rumah maupun di sekolah, sugesti sering diabaikan lho,” terang Kak Eka kepada Gontornews.com dalam forum Whatsapp group binaan Rumah Pensil Publisher. Terutama sugesti lingkungan. Padahal faktor lingkungan yang tepat akan membuat anak belajar lebih cepat.
Caranya, sambung Eka, buat lingkungan yang nyaman untuk belajar. Suasana nyaman (tanpa ada tekanan rasa takut), cahayanya cukup, juga kursi dan meja di atur dengan asyik (misalnya melingkar dengan guru di tengah).
Bisa juga dengan menambahkan gambar-gambar inspiratif yang memotivasi belajar, ada perpustakaan kecil, di udara teralun lantunan ayat suci al-Qur’an, dan seterusnya.
Lingkungan belajar seperti ini akan membuat anak nyaman belajar. Ketika ia nyaman dan rileks, ia berada dalam kondisi ”alfa”. Pada kondisi ”alfa” ini gelombang otak dan detak jantung melambat, tak ada stress yang membuat otak menutup jaringan informasi dari luar.
”Ketika rileks fisiknya, anak juga rileks psikisnya, maka pikirannya akan fokus dan siaga untuk belajar,” tambah penulis buku anak itu. Dalam keadaan “alfa”, anak-anak akan belajar jauh lebih cepat dan mengingat informasi jauh lebih lama.
Jadi, jika kita ingin anak stabil dengan semangat belajarnya, terus sugesti anak dengan lingkungan yang asyik dan nyaman untuk ia belajar. [Edithya Miranti]




















