Washington, Gontornews– Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan menandatangani perintah eksekutif peraturan yang melarang sementara pengungsi dan suspensi visa bagi warga Suriah dan enam negara Timur Tengah dan Afrika lainnya.
Imigran Negara yang dianggap bahaya dan dilarang sementara masuk AS yaitu Suriah, Irak, Iran, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman, kata pembantu dan ahli yang tidak mau menyebutkan namanya, seperti dilansir reuters (25/1).
Dalam tweet-nya Selasa, Trump mengatakan: “Hari besar berencana KEAMANAN NASIONAL besok banyak hal lainnya, kami akan membangun dinding.!”
Langkah-langkah keamanan perbatasan mungkin termasuk mengarahkan pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko dan tindakan lain untuk mengurangi jumlah imigran ilegal yang tinggal di Amerika Serikat.
Dengan Trump mempertimbangkan langkah-langkah untuk memperketat keamanan perbatasan, dia bisa mengalihkan perhatiannya ke masalah pengungsi akhir pekan ini.
Stephen Legomsky, seorang kepala penasehat di AS Kewarganegaraan dan Layanan Imigrasi di pemerintahan Obama, mengatakan, Presiden memiliki kewenangan untuk membatasi penerimaan pengungsi dan penerbitan visa ke negara-negara tertentu jika dirasa perlu dilakukan untuk kepentingan publik.
“Dari sudut pandang hukum, itu akan menjadi persis dalam hak hukumnya,” kata Legomsky, seorang profesor di Washington University School of Law di St Louis. “Tapi dari sudut pandang kebijakan, itu akan menjadi ide yang buruk karena ada kebutuhan kemanusiaan seperti yang mendesak sekarang untuk pengungsi.”
Seperti diketahui, pada masa kampanye, Trump akan melarang sementara pengungsi Muslim memasuki ke wilayah Amerika Serikat, demi melindungi Amerika dari serangan jihad.
Trump dan pasangannya Senator Jeff Sessions, sejak awal akan fokus pada pembatasan imigran untuk mencegah timbulnya ancaman, bukan larangan orang-orang dari agama tertentu.
Pendukung Trump banyak yang mencela keputusan Presiden Barack Obama yang akan meningkatkan jumlah pengungsi Suriah ke Amerika Serikat. Pendung Trump kawatir para pengungsi yang melarikan diri akibat perang di negara itu akan melakukan serangan di AS. [Ahmad Muhajir]





















