Tunis, Gontornews — Tunisia memperpanjang jam malam tiga jam dan memperketat pembatasan lain menjelang Ramadhan menyusul peningkatan infeksi COVID-19.
Arabnews.com merilis, aturan tersebut akan berlaku mulai pukul 19:00 hingga 05:00, dari Jumat hingga setidaknya 30 April.
Jurubicara pemerintah Hasna Ben Othman juga mengumumkan langkah-langkah lain Rabu malam, termasuk larangan semua pertemuan publik dan pribadi, penutupan pasar mingguan, dan penegakan yang lebih kuat dari pemakaian masker dan jarak sosial.
Perdana Menteri Hichem Mechichi telah mengesampingkan penguncian baru secara nasional, mengingat situasi ekonomi negara yang sulit.
Bulan suci Ramadhan akan dimulai pekan depan. Pada bulan puasa biasanya masyarakat memenuhi toko-toko, kafe, dan ruang publik lainnya, dan keluarga biasanya bertemu.
Menurut angka terbaru yang diterbitkan pada hari Rabu oleh Kementerian Kesehatan Tunisia, jumlah kematian COVID-19 mencapai lebih dari 9.000, dengan infeksi keseluruhan hampir 265.000 dari populasi 11,7 juta.
Menteri Kesehatan Faouzi Mehdi mengatakan bahwa 80 persen tempat tidur perawatan intensif rumah sakit saat ini telah terisi. Ia menambahkan, Tunisia akan menerima sumbangan 30 tempat tidur ICU dari Amerika Serikat pada hari Kamis. []




















