Istanbul, Gontornews — Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, mengatakan hasil pembicaraan Istanbul antara Rusia dan Ukraina tidak dilaksanakan di lapangan.
Namun Turki tetap berkomitmen untuk mempertemukan kembali para Menteri Luar Negeri Ukraina dan Rusia. Cavusoglu juga mengatakan kemajuan signifikan telah dicapai dalam pertemuan di Istanbul.
Oligarki Rusia Roman Abramovich juga memainkan peran yang berguna dalam penghubung antara Kyiv dan Moskow dan “dengan tulus” bekerja untuk mengakhiri perang, Cavusoglu menambahkan dikutip dw.com.
Sementara itu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pidatonya di depan parlemen Australia, menyerukan pengetatan sanksi terhadap Rusia.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas sumbangan kendaraan, seperti kendaraan lapis baja Bushmaster Australia.
Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison memuji Zelenskyy sebagai “singa demokrasi” dan menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai “penjahat perang”. Ini untuk pertama kalinya Morrison menyebut Putin sebagai penjahat perang.[]






















