Istanbul, Gontornews — Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Turki memutuskan untuk mengkarantina 132 penumpang dan awak kabin maskapai penerbangan Turkish Airlines dari Teheran selama 14 hari ke depan.
Langkah ini dilakukan Pemerintah untuk menguji kemungkinan infeksi virus korona dalam pesawat di sebuah rumah sakit di Ankara.
Sebuah penerbangan pembawa warga negara Turki dari Teheran terpaksa dikarantina setelah Ankara menutup jalur perbatasan menuju Iran akhir pekan ini. Sebuah sumber penerbangan menyampaikan bahwa semula penerbangan tersebut dijadwalkan mendarat di Istanbul sebelum akhirnya dialihkan ke Ankara. Pernyataan ini lantas dibantah oleh pihak Kementerian Kesehatan.
βSebuah penerbangan khusus disiapkan bagi warga Turki yang ingin kembali dari Iran. Warga Negara Turki yang datang dari Iran dengan penerbangan ini akan kami karantina selama 14 hari,β ungkap Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, kepada Reuters.
Kebijakan ini dilakukan setelah Pemerintah Iran mengonfirmasi 16 kematian akibat virus korona.
Maskapai Turkish Airlines, mengatakan pihaknya akan memperpanjang masa penangguhan penerbangan ke kota-kota Iran kecuali Teheran hingga 10 Maret 2020 mendatang.
Lebih dari 80.000 orang terinfeksi virus korona asal Cina. Sejauh ini, 2.663 korban jiwa terkonfirmasi di daratan Cina. Virus mematikan ini juga telah menyebar ke 29 negara di dunia.
Selain Iran, Italia dan Korea Selatan menjadi wilayah paling terdampak virus korona di luar daratan Cina. [Mohamad Deny Irawan]





















