Ankara, Gontornews — Menteri Industri dan Teknologi Turki, Mustafa Varank, mengatakan Turki telah mengekspor lebih dari 1.000 ventilator yang penting untuk merawat pasien COVID-19.
Varank mengatakan pada 27 Mei, Turki juga melaksanakan proyek inovatif cepat untuk peralatan dan sistem diagnostik, yang akan mengharumkan nama Turki di seluruh dunia.
Varank menyebutkan banyak negara menghadapi krisis dalam memproduksi peralatan medis dasar.
“Diskriminasi antara negara maju atau berkembang telah hilang. Negara-negara yang memiliki kekuatan ekonomi dan teknologi telah terlambat memerangi pandemi ini,” kata Varank.
Selama bulan lalu Turki mendirikan produksi massal ventilator mekanik yang dirancang oleh perusahaan teknologi Turki BIOSYS dan diproduksi dengan dukungan Baykar, perusahaan peralatan utama ArΓ§elik, dan raksasa pertahanan Aselsan.
Baykar, Aselsan, dan ArΓ§elik mendukung model ventilator mekanis BIOSYS yang memproduksi 100 unit dalam waktu hanya dua pekan.
Pandemi coronavirus ini telah meningkatkan kebutuhan akan ventilator medis. Hal inilah yang mendorong perusahaan-perusahaan pertahanan, teknologi, dan otomotif di seluruh dunia untuk meneliti dan memproduksi perangkat tersebut.
Varank mengatakan indeks ekonomi Turki menunjukkan tren naik. Sektor jasa, perdagangan ritel dan konstruksi di bulan Mei, masing-masing naik 10,8 persen, 5 persen, dan 31,1 persen dibanding April. Indeks kepercayaan konsumen juga naik 8,5 persen di bulan Mei. []





















