Ankara, Gontornews — Turki memecat 2.766 orang dari jabatan mereka di lembaga negara dengan tuduhan mempunyai hubungan dengan organisasi “teror”.
Pada hari Ahad (24/12), sebuah dekrit dalam Berita Resmi mengatakan 637 personil militer, 360 petugas gendarmerie, 61 polisi dan empat anggota penjaga pantai termasuk di antara mereka yang dipecat.
Seperti dirilis Aljazeera, 341 orang dipecat dari Direktorat Agama. Sisanya pegawai negeri (PNS) dari lembaga lain.
Keputusan tersebut juga mengatakan, 115 karyawan yang dipecat di masa lalu dipulihkan.
Turki telah menahan atau memecat puluhan ribu PNS dan militer setelah usaha kudeta yang gagal pada Juli 2016.
Kelompok hak asasi manusia, baik lokal maupun internasional, serta sekutu Barat Turki menuduh pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan menggunakan kudeta yang gagal tersebut sebagai dalih untuk membungkam oposisi di negara itu dan memperkuat kekuasaannya.
Pemerintah mengatakan bahwa pembersihan dan penahanan ditujukan untuk menyingkirkan pendukung Fethullah Gulen dari institusi negara dan bagian masyarakat lainnya.
Gulen adalah seorang pemimpin agama yang diasingkan dan berbasis di AS yang oleh Ankara dituduh sebagai otak di balik usaha percobaan kudeta yang gagal itu. [Rusdiono Mukri]




















