Ankara, Gontornews — Turki setuju melakukan pertukaran tahanan di Suriah. Pelepasan para tahanan secara bersamaan akan membangun kepercayaan kepada para pihak di negara yang dilanda perang itu.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Sabtu(24/11), Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan beberapa orang yang ditahan oleh kelompok-kelompok oposisi dan rezim dilepas pada 24 November.
Pertukaran itu terjadi di distrik Abu al-Zindeen di selatan al-Bab, yang dikuasai oleh oposisi. Pertukaran tahanan ini merupakan implementasi kesepakatan Kelompok Kerja Astana, kata kementerian itu sebagaimana dikutip hurriyetdailynews.com.
Ini adalah langkah pertama yang penting untuk menerapkan langkah-langkah membangun kepercayaan yang bertujuan untuk dilanjutkan dengan inisiatif baru, kata pernyataan itu.
Menurut kementerian, proyek Pelepasan Tahanan/Penculikan, Penyerahan Jenazah dan Identifikasi Orang Hilang dimaksudkan sebagai bagian dari proses kesepakatan Astana antara Turki, Rusia dan Iran serta PBB.
Suriah baru saja selesai dari konflik dahsyat yang dimulai pada 2011 ketika rezim Assad menindak keras para demonstran dengan brutal. [Rusdiono Mukri]





















