Osaka, Gontornews — Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, mengatakan Turki akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi kemungkinan serangan oleh pasukan Khalifa Haftar di Libya.
“Sikap permusuhan atau serangan akan ditanggapi dengan cara yang paling efisien dan keras,” kata Hulusi Akar kepada Anadolu Agency di kota Osaka, Jepang.
Akar mengatakan, Turki fokus pada integritas teritorial Libya, kedaulatan, kedamaian dan kebahagiaan rakyat, dan konsensus nasional di negara itu. Namun, hal itu tidak akan menutup mata terhadap ancaman.
Menteri Pertahanan menekankan bahwa Turki akan selalu menjadi bagian dari upaya perdamaian dan stabilitas yang sejalan dengan hukum internasional untuk menyelesaikan perselisihan antara elemen-elemen yang saling bertentangan di Libya.
Pada 28 Juni, juru bicara Haftar, Ahmed al-Mismari, mengumumkan larangan penerbangan komersial dari Libya ke Turki dan memerintahkan pasukannya untuk menyerang kapal-kapal dan kepentingan Turki di negara itu.
Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya yang diakui PBB pada 26 Juni merebut kembali kota strategis Gharyan, selatan Tripoli, dari pasukan Haftar. Turki mendukung pemerintah yang diakui PBB di Tripoli.
Pasukan Haftar sejauh ini tidak berhasil merebut Tripoli dari Pemerintah Kesepakatan Nasional dalam serangan yang dimulai pada bulan April. Namun demikian, pasukannya tetap dikerahkan di beberapa daerah di sekitar ibukota.
Libya dilanda gejolak sejak 2011 ketika pemberontakan yang didukung NATO menyebabkan penggulingan dan kematian Presiden Muammar Gaddafi yang telah menjabat lebih dari empat dekade.
Sejak itu, Libya terpecah. Di sana ada dua kursi kekuasaan. Satu di Tobruk dan satu lagi di Tripoli. Selain itu juga ada sejumlah kelompok milisi bersenjata lengkap. [RM]























