pesanan-baju-kaos
34 °c
Pecenongan
Wed
Thu
Tuesday, 15 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home News Dunia

Turki ‘Taklukkan’ Hagia Sophia di Tengah Ketidaksetujuan Internasional

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 July 2020
in Dunia
0
Presiden Tayyip Erdogan menghadiri shalat Jumat di Masjid Agung Hagia Sophia, untuk pertama kalinya setelah gedung itu sekali lagi dinyatakan sebagai masjid setelah 86 tahun, di Istanbul, 24 Juli 2020. (Reuters)

Istanbul, Gontornews — Hagia Sophia di Istanbul kembali menjadi tempat shalat Jumat. Pertama setelah 85 tahun. Meskipun ada kritik keras internasional terhadap kebijakan pemerintah Turki mengembalikan bangunan itu menjadi masjid setelah selama beberapa dekade menjadi museum.

Bagi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, konversi yang banyak dipublikasikan itu mewakili “penaklukan” monumen berkubah berusia 1.500 tahun itu.

Arabnews.com merilis, mosaik dan simbol-simbol Kristen yang ada di dalam Hagia Sophia (Aya Sofia) ditutup dengan tirai selama shalat Jumat berlangsung.

Kepala Direktorat Urusan Agama Turki, Ali Erbas, memberikan khutbah Jumat dengan pedang Ottoman di tangan. Dia membaca ayat-ayat Al-Qur’an tentang penaklukan dan memberikan pidato yang menggugah. Hampir provokatif tentang “orang-orang” yang mengubah Aya Sofia menjadi museum. Secara tidak langsung ia menunjuk kepada pendiri Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk.

BACA JUGA

Hari Pertama IFESDC 2026 di Kantor Pusat Bank Dunia: Soroti Inovasi Digital dan Keuangan Syariah Inklusif

Bangun Generasi Muda Palestina, BAZNAS RI Salurkan Beasiswa Rp22 Miliar

Din Syamsuddin: Perlunya Revitalisasi Pendidikan di Negara Islam

BAZNAS Bersama Jamiyah Singapore Jajaki Sinergi Pemberdayaan Berbasis Kopi Mustahik

BAZNAS dan UNISSA Brunei Darussalam Bangun Kolaborasi Riset Zakat

Pendukung kebijakan itu menilai, konversi itu sebagai sebuah kebanggaan nasional dan agama. Sementara yang tidak setuju dengan kebijakan itu menginginkan agar warisan Turki modern yang sekuler tetap terjaga utuh.

Monumen ini masuk dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. Tahun lalu berhasil menyedot 3,7 juta pengunjung. Aya Sofia menjadi salah satu tujuan utama wisata di Turki.

UNESCO serta pihak berwenang di Washington, Moskow, Brussels dan Athena menyatakan keprihatinan mereka terhadap tindakan sepihak Turki.

Berk Esen, seorang analis politik dari Universitas Bilkent, Ankara, mengatakan bahwa meskipun ada keberatan dari sejumlah negara terhadap konversi itu, tapi mayoritas internasional membisu.

“Jelas, keputusan itu umumnya tidak populer di luar negeri tetapi beberapa negara mempersoalkannya di tengah pandemi yang berkelanjutan,” katanya kepada Arab News.

“Meskipun demikian, mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid akan dilihat oleh banyak pengamat internasional sebagai langkah Erdogan menghancurkan rezim sekuler Turki dan hubungannya dengan Barat.”

Saat umat Islam Turki melaksanakan shalat Jumat di Aya Sofia, di Yunani muncul demonstrasi anti-Turki. Mereka mempersoalkan konversi museum menjadi masjid.

Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, mengatakan apa yang terjadi di Hagia Sophia “bukan indikasi kekuasaan” tetapi “tanda kelemahan.” Sebab, langkah itu “akan membakar jembatan antara Turki dan Barat.”

Esen menambahkan, Erdogan tampaknya gagal menarik simpati dan dukungan di dunia Muslim.

“Di pihak Erdogan, keputusan ini diambil langsung dari buku pedoman populis untuk mengubah debat publik dan memberi energi pada basis pemilih seseorang dengan mengeksploitasi masalah budaya yang signifikan.”

Dia menganggap itu sebagai upaya untuk menegaskan kembali kontrol atas debat publik dan meraih basis massa Islamis.

“Ketika kelompok oposisi di Turki tidak menentang langkah Hagia Sophia, Erdogan dibiarkan dengan beberapa peluang untuk mengeksploitasi masalah ini demi memobilisasi basisnya dan memolarisasi opini publik,” tambahnya.

“Keputusan pemerintah tidak menyelesaikan salah satu masalah besar yang dihadapi Turki dalam beberapa bulan mendatang dan dapat berubah menjadi kemenangan Pyrrhic untuk Erdogan, yang mendapati dirinya lebih tersingkir dari ayunan dan pemilih yang ragu-ragu.”

Menurut Ozgur Unluhisarcikli, direktur German Marshall Fund Amerika Serikat cabang Ankara, dorongan Erdogan untuk mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid dan mulai digunakan untuk tempat shalat memiliki dua tujuan utama.

“Tujuan pertama Erdogan meninggalkan warisan yang kuat sebagai pemimpin yang mengislamkan ulang Hagia Sophia yang akan terus diingat oleh kaum konservatif sayap kanan untuk generasi yang akan datang,” katanya kepada Arab News. “Saya percaya bahwa dia telah mencapai tujuan ini.”

Tujuan kedua, untuk memicu perang budaya yang tidak bisa ia hilangkan dan oposisi tidak bisa menang.

“Namun, oposisi menolak untuk dipancing ke dalam kontroversi seperti itu. Mereka menyangkal perang budaya Erdogan. Dampak internasional dari keputusan itu akan terbatas karena citra Turki di Barat sudah sangat negatif,” tambahnya.

Hubungan Uni Eropa-Turki sudah tegang akibat eksplorasi energi Ankara di perairan Mediterania Timur yang disengketakan. Masalah Hagia Sophia telah menambah beban kasus, menunjukkan penolakan Turki pada masalah kontroversial yang menyibukkan masyarakat internasional.

Selama beberapa pekan terakhir, para diplomat Uni Eropa mendesak Ankara untuk menunda proyek konversi, tetapi Turki bersikeras itu masalah kedaulatan nasional. []

Tags: Aya SofiaErdoganhagia sophiaTurki
Share96Tweet60Send
Previous Post

Covid-19 Indonesia:, 98.778 Kasus ,dan 4.781 Kematian

Next Post

Pertama dalam Sejarah: Jamaah Haji hanya Gunakan Satu Miqat yakni Qarn Al-Manazel

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

0
Mushaf Al-Qur’an Karya Santri Resmi Diluncurkan Gontor pada Puncak Acara

Mushaf Al-Qur’an Karya Santri Resmi Diluncurkan Gontor pada Puncak Acara

0
Gelar Motivasi dan Sharing Session, Klinik Pendidikan MIPA Depok Sukses Hadirkan Ratusan Orang Tua Murid

Gelar Motivasi dan Sharing Session, Klinik Pendidikan MIPA Depok Sukses Hadirkan Ratusan Orang Tua Murid

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
Mushaf Al-Qur’an Karya Santri Resmi Diluncurkan Gontor pada Puncak Acara

Mushaf Al-Qur’an Karya Santri Resmi Diluncurkan Gontor pada Puncak Acara

15 September 2026
Gelar Motivasi dan Sharing Session, Klinik Pendidikan MIPA Depok Sukses Hadirkan Ratusan Orang Tua Murid

Gelar Motivasi dan Sharing Session, Klinik Pendidikan MIPA Depok Sukses Hadirkan Ratusan Orang Tua Murid

15 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result