Ankara, Gontornews – Maskapai penerbangan pembawa bendera Turki, Turkish Airlines, akan memulai kembali terbang ke Rusia, Kuwait, India dan Afrika Selatan pada bulan Agustus mendatang.
“Tujuan ke Tunisia, Aljazair, Mesir, Kirgistan, Irak, Kenya, dan Uzbekistan akan ditambahkan nanti, tergantung pada tingkat keparahan pandemi virus corona di negara-negara tersebut,” kata Menteri Transportasi Turki, Adil Karaismailoğlu, dalam sebuah pernyataan pada 27 Juli.
Hurriyetdailynews.com merilis, Turki dan Rusia pekan lalu mengumumkan bahwa penerbangan balasan akan dilanjutkan pada 1 Agustus setelah istirahat empat bulan yang disebabkan oleh pandemi coronavirus.
Awalnya, penerbangan akan dimulai kembali antara tiga bandara Rusia dan bandara Turki di Istanbul dan Ankara, kata Karaismailoğlu.
“Penerbangan terjadwal dan charter dari Moskow, St. Petersburg dan Rostov-on-Don di Rusia ke Antalya, Bodrum dan Dalaman di Turki juga akan dimulai kembali pada 10 Agustus,” tambahnya.
Selain itu, Turkish Airlines juga sedang dalam pembicaraan dengan pihak berwenang Rusia untuk terbang dari Kazan dan Sochi, menurut sumber.
Operator tur, termasuk Anex Tour, Odeon Tours, Coral Travel, dan Pegas Touristik, berencana untuk menyediakan penerbangan charter dari Rusia ke Turki.
Beberapa operator tur juga telah melamar maskapai nasional kedua negara, Turkish Airlines dan Aeroflot, untuk memesan tiket.
Pasar Rusia merupakan sumber wisata utama untuk Turki. Tahun lalu, 7 juta turis Rusia mengunjungi Turki dan 6 juta dari mereka tiba di Provinsi Mediterania, Antalya.
Setelah sukses menarik rekor jumlah pengunjung 51,9 juta orang pada tahun 2019, Turki menargetkan total 60 juta wisatawan pada tahun 2020 sebelum pandemi coronavirus. Pendapatan pariwisata negara itu mencapai $ 34,5 miliar pada 2019, rekor tertinggi.
Namun, akibat pandemic, Turki hanya menyambut 4,5 juta wisatawan asing pada paruh pertama 2020. Turun 75 persen di banding periode yang sama tahun lalu. []





















