Dubai, Gontornews — Para pemimpin dunia menyampaikan belasungkawa setelah Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan kematian Presiden Syekh Khalifa bin Zayed pada hari Jumat (13/5).
Presiden AS Joe Biden memberi penghormatan kepada Syekh Khalifa, dengan mengatakan dia merupakan “mitra dan teman sejati Amerika Serikat.”
Dia melanjutkan: “Kami akan menghormatinya dengan terus memperkuat hubungan antara pemerintah dan rakyat Amerika Serikat dengan Uni Emirat Arab.”
Sementara itu Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan sangat sedih mendengar kematian Syekh Khalifa. Ia menambahkan, mendiang Presiden UEA itu merupakan pemimpin yang bijaksana dan dihormati “yang akan sangat dirindukan.”
Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohamed Bin Zayed mengatakan, UEA kehilangan “putra dan pemimpin yang shalih” setelah kematian Syekh Khalifa.
“Khalifa bin Zayed, saudaraku, mentorku, dan guruku, semoga Tuhan merahmatimu dengan rahmat-Nya yang luas dan mengizinkanmu masuk surga-Nya,” tulisnya.
Syekh Mohammed bin Rashid, penguasa Dubai, menyampaikan belasungkawa terdalamnya di Twitter, dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin negara itu.
“UEA dan dunia telah kehilangan seorang pemimpin bijak yang setia kepada rakyat dan bangsanya yang mengabdikan hidupnya sejak pembentukan serikat untuk melayani Emirates,” tulis Anwar Gargash, penasihat diplomatik presiden UEA, di Twitter.
Sedangkan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi mengatakan, berduka cita atas kematian salah satu orang paling berharga dan salah satu pemimpin terbesar, Syekh Khalifa bin Zayed Al-Nahyan.
El-Sisi mengatakan bahwa mendiang pemimpin UEA itu dikenal karena sifatnya yang suka memberi dengan pemberian yang berlimpah kepada bangsa dan rakyatnya.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerjasama Teluk (GCC), Nayef Al-Hajraf, mengatakan, “dengan kepergian Syekh Khalifa bin Zayed, kami kehilangan seorang pemimpin dan perintis Teluk dan Arab.”
Sementara itu, para pemimpin Bahrain, Kuwait, Qatar, Yordania, Maroko, Irak, Prancis, Oman, Palestina dan Turki, serta kepala Parlemen Arab, Liga Arab dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI), juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Syekh Khalifa bin Zayed.
Kuwait, bersama dengan beberapa negara lain, mengumumkan tiga hari berkabung secara nasional. Semua kementerian dan departemen pemerintah ditutup, dan menaikkan bendera setengah tiang selama 40 hari.[]





















