Banda Aceh, Gontornews — Sesuai SK Ditjen Pendis Kemenag RI Nomor 5431/2016, Aceh ditujuk sebagai tuan rumah ajang lomba multi-even dua tahunan mahasiswa Islam, Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR).
Dalam even itu akan dipertandingkan, antara lain; bola voli, futsal, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, sepak takraw, dan pencak silat. Dalam bidang ilmiah di antaranya debat bahasa. Di bidang riset memperlombakan karya tulis mahasiswa. Sedangkan di bidang seni memperlombakan kaligrafi, pop solo Islami, dan desain busana Muslim.
PIONIR ke-8 di Aceh akan diadakan pada Mei 2017 dan diikuti oleh 53 PTKIN se-Indonesia. “Dipastikan hampir 3.500 mahasiswa beserta official dari UIN, IAIN, dan STAIN seluruh Indonesia hadir,” jelas Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Ar-Raniry, Prof Dr H Syamsul Rijal MAg, di sela peringatan Hari Guru dan PGRI di Blang Padang, Banda Aceh.
“Dari tiga kandidat tuan rumah (UIN Ar-Raniry, UIN Malang, dan IAIN Lampung), maka melalui penilaian dan proses, UIN Aceh mendapat kepercayaan amanat itu,” sambung penceramah mata kuliah akhlak di Masjid Raya Baiturrahman itu.
Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Ar-Raniry Banda Aceh itu mengatakan, UIN Ar-Raniry dipastikan menjadi tuan rumah pelaksanaan PIONIR, usai diputuskan dalam rapat wakil rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia di Manado.
“Tentunya penetapan ini sebuah kepercayaan dan bernilai strategis bagi pengembangan mahasiswa dan kelembagaan UIN Ar-Raniry,” kata guru besar akidah filsafat itu seperti dirilis kemenag.go.id. [Fathurroji/Rus]





















