Jenewa, Gontornews — Badan PBB untuk urusan pengungsi, UNHCR, mengumumkan bahwa mereka akan menyediakan air bersih bagi 500 keluarga di pemukiman pengungsi Bidibidi di Uganda.
Secara khusus, pengeboran tanah dilakukan untuk memompa air tanah ke 500 keluarga. Alat pengeboran tanah bertenaga surya tersebut diharapkan mampu memasok setidanya 20 liter per hari bagi setiap pengungsi.
“Alat pengeboran air bertenaga surya yang didirikan UNHCR merupakan investasi dari mitra dan sektor swasta guna memompa air tanah ke lokasi yang mendekati pemukiman pengungsi yang berjumlah hampir 500 keluarga,” ungkap pernyataan resmi United Nations High Comission of Refuggee, Selasa (10/12).
“Kebutuhan air bersih minimun untuk seseorang adalah 20 liter per hari. Tiga tahun lalu, pasokan air di kamp pengungsian Bidibidi rata-rata hanya 2,3 liter perhari,” tambah UNHCR sebagaimana dilansir Anadolu.
Pejabat senior UNCHR, Richard Ochaya, mengemukakan bahwa akibat ketidaksediaan air, para pengungsi mengaku tidak bisa memasak hingga tidak memiliki air untuk minum dan mandi.
Ochaya menambahkan dengan adanya bantuan ini diharapkan masalah ketersediaan di kamp pengungsian Bidibidi, Uganda, terpecahkan.
“Kami memiliki kapasitas untuk memompa 85.000 liter air per jam. Tetapi, kami hanya mengekstraksi 45.000 liter karena kami ingi menguras akifer. Kita perlu mengelola sumber daya dan menjaga lingkungan,” tutup Ochaya. [Mohamad Deny Irawan]






















