Dakar, Gontornews — Sebuah organisasi lingkungan internasional mengapresiasi langkah Presiden Senegal, Macky Sall, yang menghentikan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara di Bargny terhitung sejak 1 Desember yang lalu.
Organisasi yang menamakan dirinya kelompok 350 tersebut menyebut keputusan Sall untuk menghentikan proyek tersebut sejalan dengan komtimen negara terhadap kesepakatan Paris untuk perubahan iklim.
“Keputusan ini menegaskan bahwa suara kepedulian masyarakat dan sains yang menyerukan penghentian penggunaan bahan bakar fosil perlu didengar oleh pemerintah,” ungkap pemimpin tim 350 untuk regional Afrika, Landry Ninteretse.
Ninteretse menambahkan bahwa keputusan ini telah membawa Senegal ke pembangunan negara berasas keberlanjutan dan keadilan.
Sementara itu, komunitas pecinta lingkungan yang bermarkas di Senegal, Action Solidaire International, juga mengapresiasi langkah Senegal yang mempertimbangkan perubahan dari proyek pembangkit listrik tenaga batubara ke pembangkit listrik tenaga gas.
“Sebagai juru kampanye di Senegal kami menyambut pernyataan Presiden. Kami juga mewaspadai rencana transisi yang disarankan berkenaan perubahan pabrik batubara menjadi fasilitas gas,” jelas Direktur Esekutif Action Solidaire International, Mamadou Barry sebagiamana dilansir Anadolu.
“Ini adalah bukti bahwa kekuatan manusia benar-benar tidak terhentikan dan bahwa resistensi terhadap bahan bakar fosil juga meningkat,” tutur Barry.
Sebagaimana diketahui, Bragny merupakan wilayah lepas pantai yang berada sekitar 15 km di sebelah Timur ibu kota Senegal, Dakar. Kota ini Dragny disinyalir rentan terhadap perubahan iklim dan erosi pantai yang masif.
Melalui pembatalan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di Bragny berarti ada dua proyek pembangkit listrik tenaga batubara terbesar di Afrika yang batalkan setelah sebelumnya pemerintah Kenya membatalkan proyek Lamu Coal Plant.
Sedangkan organisasi 350 merupakan organisasi yang didirikan oleh sekelompok mahasiswa Amerika Serikat bersama penulis sekaligus pecinta lingkungan, Bill McKibben pada 2008. Organisasi mendorong penggunaan energi terbarukan milik publik guna mengatasi krisis iklim.
Organisasi ini juga tersebar di 188 negara dengan tujuan mencapai konsentrasi aman yaitu 350 parts per satu juta karbon di atmosper. [Mohamad Deny Irawan]






















