Bogor, Gontornews — Pada tahun 2019, semakin hari semakin banyak pergerakan umat yang terus berdampak positif bagi masyarakat. Hal ini tentu dikarenakan kesadaran kaum Muslimin yang semakin tinggi akibat semakin paham akan nilai dan ajaran agamanya.
Hal ini lagi-lagi bisa dibuktikan setelah fenomena aksi 212 pada 2016 lalu. Karena aksi 212 tidak hanya berbicara pada satu dua masalah umat saja. Namun aksi 212 adalah refleksi dari kekuatan iman seorang Mukmin dan berimbas pada serangkaian proyeksi agenda umat di tahun-tahun setelahnya.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa umat sudah semakin bersatu. Sehingga semakin terlihatlah di permukaan perihal pertumbuhan ghirah serta solidaritas sosial yang tinggi di sesama masyarakat Muslim. Mereka pun saling bersemangat dalam memberi dan menjaga kebersamaan.
Bukti kecilnya, bisa dilihat dari serangkaian kegiatan para selebritis yang mantap berhijrah. Dalam dunia kajian, sejumlah selebritis ada yang tergabung dalam satu komunitas pengajian yang sama, yaitu komunitas Pengajian Muda Sakinah Mawaddah Warahmah (MuSaWaRah).
Mereka antara lain, Teuku Wisnu, Shireen Sungkar, Jihan Fahira, Primus, Mario Irwinsyah, Arie Untung, dan masih banyak lagi. Komunitas ini ternyata menjadi wadah bagi anggotanya untuk saling bertukar pikiran, berbagi ilmu, hingga melakukan kegiatan agama bersama ustadz dan ustadzah ternama.
Ya, jagat hiburan kini memang telah ramai dengan banyaknya fenomena artis hijrah. Para selebriti tersebut banyak yang kini berani tampil lebih religius dan jauh dari kesan seksi. Mereka yang dulu kerap tampil seksi, kini memilih untuk berhijab dan menutup semua auratnya.
Keseriusan untuk mendalami ilmu agama bahkan membuat beberapa pemain panggung hiburan ini memilih untuk meninggalkan dunia artisnya dan berfokus untuk hijrah. Kegiatan yang mereka lakukan juga cukup beragam, seperti rutin mengikuti kajian agama juga mengikuti aksi kemanusiaan.
“Pegi Melati Sukma, artis yang sekarang memiliki nama hijrah Khadijah, saat ini rutin mengisi kajian di Markaz Ahlul Qur’an, Jakarta,” ujar Ummu Shafa, kepada Gontornews.com. Ustadzah Khadijah bahkan, lanjutnya, telah istiqomah menggunakan niqab.
Munculnya komunitas kajian tidak hanya digandrungi oleh para selebritis Tanah Air saja. Semakin hari semakin banyak umat yang menggelar kajian di berbagai tempat bahkan ada yang via online. Sehingga memudahkan perekrutan peserta kajian dari bermacam daerah. Topik yang dipilih pun bermacam hal, antara lain seputar Islamic parenting, pembelajaran al-Qur’an, hukum Islam, dan lainnya.
Salah satu contoh adalah Seminar Online Quranic Parenting yang dilakukan via Whatsapp. Seminar ini diisi oleh narasumber terpercaya, Ustadzah Ida Husnur Rahmawati, dengan bahasan tema besar mengenai cara mencetak generasi penghafal al-Qur’an di dalam keluarga.
Diberitahukan kepada Gontornews.com bahwa pengisi kajian adalah alumnus Gontor Putri tahun 1996 yang sekaligus menjabat sebagai direktur Markaz Tahfiz Balita Al-Firdaus Internasional. Ia juga penulis buku, “Rahasia Sukses 3 Hafiz Cilik Mengguncang Dunia”.
Seminar online di atas merupakan satu dari ratusan seminar Islami yang telah mewabah dan banyak disajikan untuk memudahkan umat Islam Indonesia dalam menggali ilmu-ilmu agama. Sehingga dapat meningkatkan kualitas spiritual umat dan memaksimalkan niat berhijrah kaum Muslimin setempat.
Dr Sarbini MA, ketua umum HASMI (Himpunan Ahlussunnah Masyarakat Islami) menerangkan, “Arti hijrah dalam pengertian Islam berarti perpindahan dari satu keadaan/tempat yang tidak diridhoi ke keadaan/tempat yang diridhoi oleh Allah SWT.”
Rasulullah SAW bersabda, “Dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan larangan Allah SWT.” HR. Bukhari dan Muslim. Dari sini kita mengerti, lanjut Sarbini, bahwa hijrah bisa berarti berpindah dari kehidupan jahiliyah ke kehidupan Islami dan berpindah dari kehidupan maksiat ke kehidupan taat.
Karenanya, jika Muslimin saat ini telah memutuskan untuk berhijrah, maka perlu ditekankan bahwa proses keimanan adalah hijrah dan proses amal shalih juga termasuk hijrah. “Jadi, hijrah yang sebenarnya adalah proses perpindahan keadaan jiwa dan amal sepanjang hayat ke keadaan yang lebih baik sesuai perintah-Nya,” ulasnya kepada Gontornews.com.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hijrah setelah pembebasan Makkah, tetapi yang tetap ada adalah jihad.” Artinya, sambung Sarbini, jihad berjuang melawan semua penghalang dalam menjalankan tugas dan amanah kehidupan dari Allah SWT, dan itulah hijrah.
“Hijrah berarti iman. Hijrah berarti jihad. Dan hijrah berarti kembali kepada fitrah sebagai abdi Allah SWT dan sebagai khalifah yang menjalankan tauhid di muka bumi ini,” tegas doktor lulusan Universitas Ibn Khaldun itu.
Kemudian terkait bidang pendidikan, saat ini telah banyak dikeluarkan beragam beasiswa tahfidz untuk para pelajar di Indonesia. Hal ini tentu berkat dukungan banyak pihak khususnya lembaga pendidikan terkait. Tujuannya agar bisa lebih memuliakan dan memudahkan Muslimin khususnya para penghafal al-Qur’an dalam menuntut ilmu.
Semoga serangkaian agenda pergerakan umat di atas, bisa terus berkembang di tahun-tahun berikutnya. Diharapkan pula agar seluruh agenda dakwah Islamiyah di Indonesia dapat terus membawa dampak positif bagi kejayaan umat Muslimin dan Negeri Indonesia ke depan. <Edithya Miranti>





















