Jenewa, Gontornews — Komisioner tinggi PBB untuk pengungsi, UNHCR, mendesak negara-negara untuk memfasilitasi dan mempercepat prosedur reunifikasi keluarga bagi warga Afghanistan. Secara khusus, UNHCR, menitikberatkan warga Afghanistan yang meninggalkan keluarganya atau mereka yang telah mengungsi ke sejumlah wilayah.
“Sementara perkembangan politik baru-baru ini, (situasi di) Afghanistan tidak menyebabkan gelombang pengungsi lintas batas berskala besar. Banyak diantara para pengungsi dan pencari suaka Afghanistn yang terpisah dari keluarga karena prosedur reunifikasi keluarga tidak dapat diakses,” ungkap juru bicara UNHCR, Shabia Mantoo, sebagaimana dilansir Yeni Safak.
Berbicara pada konferensi pers, Mantoo mengatakan PBB sangat prihatin dengan keselamatan dan kesejaahteraan anggota keluarga mereka yang tetap berada di Afghanistan atau negara-negara tetangg setelah Taliban mengambil alih negara tersebut.
Sebagai informasi, Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus lalu. Mereka memaksa Presiden dan pejabat tinggi lainnya pergi meninggalkan Afghanistan. Hingga kini, Taliban tengah membentuk pemerintahan sementara di bawah komando Hasan Akhund.
“Kami ingin memastikan reunifikasi keluarga dan membantu mereka untuk melindungi kehidupan karena situasi yang sangat menantang di negara ini. UNHCR mendesak negara-negara untuk memprioritaskan dan menyderhanakan prosedur penerimaan reunifikasi keluarga,” sambung Mantoo di Jenewa, Jumat. [Mohamad Deny Irawan]






















