Jenewa, Gontornews — Lembaga dunia tertinggi untuk urusan pengungsi, United Nations High Commissioner Refugee (UNHCR), mempertanyakan repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. Menurut Juru bicara UNHCR, Andrej Mahecic, kondisi Rakhine belum kondusif dan meminta kepada seluruh pihak agar tidak tergesa-gesa dalam melakukan repatriasi.
“Sangat penting bahwa pengembalian dilakukan dengna tidak tergesa-gesa atau buru-buru,” kata juru bicara UNHCR, Andrej Mahecic sebagaimana dilansir Reuters.
“Kami menyarankan agar (semua pihak) tidak memaksakan jadwal dan target untuk repatriasi,” tambah Mahecic.
Sebelumnya, Pemerintah Myanmar dan Bangladesh bersepakat untuk memulai repatriasi warga Rohingya pada bulan November mendatang. Pernyataan ini disampaikan oleh perwakilan Menteri Luar Negeri Bangladesh, M Shahidul Haque pasca pertemuan kelompok the Joint Working Group (JWG) dalam repatriasi warga Rohingya, Selasa (30/10), sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Bangladesh, United News of Bangladesh (UNB)
“Kami berharap dapat melakukan repatriasi tahap pertama pada pertengahan November mendatang,” kata M Shahidul Haque sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
Dalam pertemuan yang dilangsungkan di Wisma Meghna di Dhaka, Shahidul bertemu dengan pihak Kementerian Luar Negeri Myanmar, Myint Thu. Keduanya membicarakan perincian langkah repatriasi warga Rohingya. [Mohamad Deny Irawan]






















