Johannesburg, Gontornews — Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, Rabu (13/1/2021), mengonfirmasi Uni Afrika telah berhasil mengamankan 270 juta dosis vaksin Covid-19 dari produsen untuk anggota program COVAX.
Ketua Uni Afrika tersebut memastikan bahwa pasokan vaksin berasal dari produsen seperti vaksin global seperti Pfizer, AstraZeneca, Serum Institute of India dan Johnson & Johnson.
Sebagai informasi, negara-negara Afrika sedang bergulat dengan gelombang kedua virus korona. Infeksi terbaru telah membuat 3,1 juta warga Afrika tertular dan 74.600 orang tewas akibat virus asal Wuhan Cina tersebut.
Melalui program COVAX yang dinisiasi WHO, Uni Afrika akan menerima setidaknya 270 juta dosis vaksin sepanjang tahun 2021 dengan 50 juta dosis vaksin akan tiba pada periode April-Juni 2021.
Terkait pembiayaan vaksin, Ramaphosa mengatakan bahwa Uni Afrika menunjuk Bank Ekspor Impor Afrika, Afreximbank. Afreximbank akan memfasilitasi para pemesan dengan jaminan komitmen pengadaan di muka hingga 2 Miliar Dollar Amerika Serikat kepada produsen.
“Ada juga kerjasama erat antara tim AU dan Bank Dunia untuk memastikan bahwa negara-negara anggota dapat mengakses sekitar 5 Miliar Dollar Amerika Serikat baik untuk membeli lebih banyak vaksin atau membayar pengiriman vaksin yang dilakukan atas nama mereka oleh Afreximbank,” ujar Ramaphosa.
“Upaya ini bertujuan untuk melengkapi upaya COVAX dan memastikan bahwa sebanyak mungkin dosis vaksin tiba di seluruh Afrika sesegera mungkin,” sambungnya.
Fasilitas COVAX sendiri bersiap untuk menyediakan 2 Miliar Dosis Vaksin Covid-19 yang aman dan efektif bagi negara miskin dan berpenghasilan rendah pada akhir tahun 2021. [Mohamad Deny Irawan]






















