Ngawi, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Selasa (24/2/2026), menggelar edukasi kesehatan bertajuk “Al-Qur’an sebagai Terapi Penunjang untuk Menurunkan Tekanan Darah dan Meningkatkan Kualitas Hidup” bagi masyarakat Dusun Ngetrep, Desa Hargomulyo, Ngawi. Kegiatan yang menjadi bagian dari rententan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) itu dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Dusun Ngetrep Hargomulyo mulai pukul 12.45 WIB hingga 15.00 WIB dan diikuti oleh 28 peserta.
Ketua Kelompok 36 KKNT UNIDA Gontor, Fatiharriza Aulina Putri, mengatakan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus hipertensi di masyarakat serta minimnya pemahaman tentang pengelolaan stres sebagai faktor pemicu tekanan darah tinggi.
“Hipertensi sering kali tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala yang jelas, padahal berisiko menyebabkan komplikasi serius. Karena itu, selain pengobatan medis, diperlukan terapi penunjang yang membantu memberikan ketenangan jiwa,” ujar Fatiharriza kepada gontornews.com.
Secara teknis, kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pemeriksaan tekanan darah awal sebagai data dasar sebelum intervensi. Acara kemudian dibuka oleh moderator, Najah Raaidah Aziz, mahasiswi Farmasi Semester 6 UNIDA Gontor, yang memandu jalannya kegiatan hingga sesi diskusi.
Hadir sebagai pemateri, Dosen Farmasi UNIDA Gontor, Apt. Nadia Iha Fatihah, M.Clin.Pharm. Dalam pemaparannya, Nadia menjelaskan bahwa kondisi psikologis memiliki pengaruh besar terhadap tekanan darah. Saat seseorang mengalami stres, sistem saraf simpatis akan meningkat sehingga memicu kenaikan denyut jantung dan penyempitan pembuluh darah.
“Relaksasi yang dipadukan dengan dzikir dan lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat membantu mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, sehingga tubuh menjadi lebih rileks dan tekanan darah berangsur menurun,” ucap Nadia.
Usai penyampaian materi, peserta mengikuti praktik relaksasi otot progresif yang dipadukan dengan dzikir dan murottal Al-Qur’an. Peserta dipandu untuk mengatur nafas, menegangkan dan melemaskan otot secara bertahap. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pemeriksaan tekanan darah ulang sebagai bentuk evaluasi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar peserta mengalami penurunan tekanan darah dibandingkan hasil awal. Meski demikian, pemateri menegaskan bahwa terapi berbasis Al-Qur’an ini merupakan terapi penunjang dan tidak menggantikan penggunaan obat anti-hipertensi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Salah seorang peserta edukasi, Umarni (54), mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Badan terasa lebih ringan dan pikiran lebih tenang. Waktu dicek ulang, tekanan darah saya juga sedikit turun,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKNT UNIDA Gontor berharap masyarakat Dusun Ngetrep dapat menjadikan terapi relaksasi berbasis Al-Qur’an sebagai bagian dari gaya hidup sehat sehari-hari, serta menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab fisik dan spiritual. [Mohamad Deny Irawan]






















