Ponorogo, Gontornews — Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, mengungkapkan bahwa memperjuangkan umat Islam dan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan merupakan bagian dari ibadah. Lebih lanjut, Prof Hamid menambahkan bahwa Islam tidak terpisah dari politik dan ekonomi serta tidak lepas dari perjuangan untuk terus menegakkan kebenaran.
“Memperjuangkan umat Islam dan bangsa Indonesia untuk kemerdekaan ini adalah bagian dari ibadah dalam Islam. Islam tidak terpisah dari politik dan ekonomi. Islam tidak bisa lepas dari perjuangan untuk menegakkan kebenaran,” kata Prof Hamid saat berpidato dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-77 di depan Gedung Utama UNIDA Gontor, Rabu 17 Agustus 2022.
Lebih lanjut, Prof Hamid menjelaskan ada ikatan antara perjuangan umat Islam dan kemerdekaan Indonesia. Ia pun meyakini jika segala bentuk perjuangan kemerdekaan yang dilakukan oleh umat Islam bernilai ibadah.
“Kita, sebagai generasi penerus bangsa, perlu berupaya sekeras mungkin, berprestasi setinggi mungkin, berbuat semaksimal mungkin untuk mengisi kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini,”
“Kita tidak mau lagi dijajah oleh bangsa mana pun dengan cara apa pun, dalam bidang apa pun. Kita harus merdeka dalam segala hal,” tegasnya sebagaimana dilansir laman unida.gontor.ac.id.
“Karena itu, sudah seyogyanya umat Islam memberikan sumbangsih terbaiknya bagi kemajuan dan kemerdekaan Indonesia. Memberikan Andil setiap lini dan bidang serta tidak terpaku hanya di satu sisi saja,” ujarnya.
“Kita harus merdeka dari kebodohan dan ketidaberadaban agar menjadi bangsa yang maju dan bermartabat,” jelas putra pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor KH Imam Zarkasyi tersebut.
Hadir dalam upacara HUT RI ke-77 di UNIDA Gontor, seluruh civitas akademika UNIDA Gontor yang terdiri dari rektorat, staf, tenaga kependidikan, dosen dan seluruh mahasiswa UNIDA Gontor. Acara dimulai dengan persiapan barisan mahasiswa yang dibagi berdasarkan program studi melalui komando dari pasukan resimen mahasiswa UNIDA Gontor. Agenda berlanjut dengan pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera pusaka dan ditutup dengan doa. [Mohamad Deny Irawan]



















