Caracas, Gontornews — Pemimpin oposisi Venezuela, Juan Guaido, yang memproklamirkan diri sebagai presiden sementara negeri itu mendapat dukungan dari negara-negara tetangganya.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang dekat dengan pemerintahan Trump sejak mengambil alih kekuasaan bulan ini, telah berulang kali bersumpah untuk menantang Maduro dengan cara apa pun yang dia bisa.
“Brasil mengakui Mr Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Brasil akan mendukung proses transisi politik dan ekonomi sehingga demokrasi dan perdamaian sosial kembali bersemi di Venezuela,” kata Bolsonaro, Rabu (23/1).
Sementara itu Presiden Kolombia Ivan Duque, sekutu AS lainnya, mengatakan kepada wartawan bahwa negaranya berada di belakang Guaido dan akan “menemani proses transisi menuju demokrasi ini sehingga rakyat Venezuela membebaskan diri dari kediktatoran mereka”.
Sedangkan Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyatakan “dukungan penuh” negaranya untuk Guaido. Ia menambahkan, “Ini hari yang penting bagi Venezuela.”
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengambil alih kekuasaan pada 2013 setelah mentornya, Hugo Chavez, meninggal dunia. Ketika harga minyak merosot dan pendapatan menyusut, program kesejahteraan sosial yang dirancang oleh Chavez goyah.
Venezuela mengalami krisis ekonomi terburuknya, dengan perkiraan hiperinflasi mencapai 10 juta persen tahun ini. Jutaan orang telah meninggalkan negara itu dalam beberapa tahun terakhir untuk menghindari kekurangan makanan.
Para demonstran di Kota Puerto Ordaz pada hari Selasa menggulingkan patung Chavez dan menggantungnya di sebuah jembatan. [Rusdiono Mukri]





















