pesanan-baju-kaos
35 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 6 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Wajah Buruk Demokrasi; Gaduh, Rusuh dan Rubuh

Oleh Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 years ago
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Demokrasi adalah ideologi transnasional buah dari kapitalisme sekuler yang mengajarkan nilai antroposentrisme, dimana manusia dianggap sebagai ‘tuhan’ yang berhak membuat hukum. Sementara Tuhan dan agama disingkirkan, demokrasi sekuler berusaha memisahkan antara nilai etis agama dengan kehidupan.

Dalam praktek politik, demokrasi adalah cara terburuk dan terbusuk. Muhammad Iqbal mengkritik metode menentukan kebenaran ala demokrasi dengan mengatakan “ demokrasi menghitung jumlah kepala, tanpa memperhatikan isi kepala”. Demokrasi adalah cara paling dungu dalam memilih pemimpin, kata Zaim Saidi.

Demokrasi adalah anak kandung kapitalisme sekuler ala Barat. Miguel D Lewis mengatakan bahwa capitalism is religion. Banks are churches. Bangkers are priests. Wealth is heaven. Poverty is hell. Rich people are sainst. Poor people are sinners. Commodities are blessings. Money is God.





Dalam perspektif teologis, sekulerisme yang dalam bahasa Naquib Al Attas sebagai kedisinikinian adalah manifestasi dari dajjalisme. Dajjal digambarkan sebagai manusia picak mata kanannya, sehingga hanya bermata satu. Mata satu adalah simbol hanya berorientasi duniawi semata, sementara akherat diabaikan. Bahkan ada pemuja demokrasi yang bahkan tidak percaya akan adanya akherat.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Socrates mengkritik demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang anarkis, memberikan kesetaraan yang sembrono kepada siapapun, baik setara maupun tidak setara. Demokrasi memberikan ruang kebebasan tanpa batas. Anarkisme demokrasi akan berujung kepada kekuasaan tirani.

Anarki dan tirani adalah kata kunci kritik Socrates atas kebusukan demokrasi. Sistem politik demokrasi terbukti telah menimbulkan anakisme (kerusuhan) di Indonesia. Tidak hanya sekedar anarki, namun telah menelan korban tewas selama terjadi kerusuhan. Bahkan pemilu 2019 benar-benar membuat pilu dengan tewasnya ratusan jiwa dan ribuan yang menderita sakit.



Kegaduhan politik terjadi sesaat setelah pemilu berlangsung. Berbagai indikasi kecurangan yang sistematis, terstruktur, massif bahkan bisa disebut brutal telah terjadi sepanjang pemilu 2019. Bahkan salah satu paslon tidak mau tandatangan keputusan KPU karena merasa ada kecurangan. Akhirnya salah satu paslon membawa kasus kecurangan ke MK. Terbukti demokrasi gaduh dan rusuh.

Masih membahas kritik Socrates atas demokrasi. Dia katakan bahwa demokrasi juga akan berujung menjadi pemerintah tirani. Benar adanya, sebab rezim yang kini bertengger bukannya ikut membahas berbagai kecurangan yang terjadi, namun justru menangkapi para pendukung paslon lain dengan tuduhan maker. Padahal mereka hanya ingin meminta keadilan. Menuduh makar kepada rakyat yang ingin keadilan adalah bentuk tirani diktator.

Tidak hanya sampai disitu, selain dituduh makar, gerakan kaum muslimin dalam menyampaikan kesadaran politik Islam dianggap sebagai gerakan radikalisme dan terorisme. Hasilnya, para ulama dikriminalisasi dan dituduh intoleran dan anti pancasila. Padahal faktanya yang berteriak pancasila itulah justru terbukti korupsi, kolusi, dan menjual negara kepada asing dan aseng.

Mulut teriak pancasila, padahal hatinya telah menjadi jongos dan budah penjajah. Sejarah berulang, mereka yang teriak pancasila, mereka juga yang pengkhianat. Maka berbagai ormasi Islam selalu dikriminalisasi dan dituduh sebagai ormas anti NKRI dan Pancasila. Jika dulu Masyumi dibubarkan oleh rezim diktator, maka kini HTI yang dibubarkan oleh rezim diktator. Sejarah memang selalu berulang.

Karena itu secara esensi demokrasi sekuler adalah anti Islam. Ideologi ini tidak akan pernah memberikan ruang kepada Islam untuk bisa eksis dan memiliki peran politik atas suatu negeri. Demokrasi berusaha memadamkan cahaya Allah. Sementara Allah akan selalu menjaga cahaya agamaNya. Demokrasi selalu berusaha makar atas agama Allah, tapi pasti akan gagal dan runtuh.

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (QS At Taubah : 32-33)

Demokrasi adalah system zolim karena selalu berdusta kepada rakyat dan kepada agama. “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim”. (QS As Shaff : 7). Demokrasi bukan hanya menolak Islam, tapi justru menzolimi para pejuang Islam dan menuduhnya dengan berbagai tuduhan keji, bahkan hingga pembunuhan.

Demokrasi dengan para pemuja dajjal akan terus membuat tipu daya (makar) kepada Allah. Dibantu oleh gerombolan munafik, mereka akan terus membuat tipu daya, tapi Allah akan membalasnya. “ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS Ali Imran : 54).

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS An Nisa’ : 60)

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An Nisa’ : 61)

Thoghut adalah mereka yang selalu memusuhi Nabi dan kaum muslimin dan ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk thoghut adalah orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu serta berhala-berhala. Begitupun sistem politik yang memusuhi Islam dan kaum muslimin seperti demokrasi bisa disebut thoghut, maka haram mengadopsi dan menyebarkannya.

Begitulan wajah busuk demokrasi yang selalu membuat kegaduhan politik dan kerusuhan sosial. Namun sistem busuk ini tidak akan bertahan lama, bahkan hari ini mulai sekarat dan sebentar lagi akan runtuh. Ideologi sekuler yang lahir dari rahim dajjalisme ini makin rapuh dan membusuk. Sebab Allah akan semakin menghidupkan cahaya agamaNya melalui para pejuangnya. Teruslah berjuang menolong agama Allah, maka kebatilan demokrasi akan segera lenyap.

Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.(QS Al Isra’ : 81)

Maka umat Islam harus terus membongkar berbagai kebusukan demokrasi dan menyadarkan terus rakyat Indonesia agar membuang demokrasi ke tong sampah peradaban. Sebagaimana Rasulullah, umat Islam harus juga memperjuangkan tegaknya ideologi Islam dalam naungan daulah Islam. Sebab hanya ideologi Islam yang akan sanggup melawan penjajahan ideologi kapitalisme demokrasi dan komunisme atheis.

Tags: DemokrasiIslamPeradaban
Share81Tweet51Send
Previous Post

Gubernur Anies Berangkatkan 17.427 Pemudik Gratis

Next Post

Kemenag Bahas Draft PMA tentang Pendidikan Karakter

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

IAEI Turkiye Sukses Gelar Forum Ekonomi Islam Dunia 2026

1 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

Marching Band Gontor Ikut Kompetisi Piala Raja Hamengkubuwo X

0
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

0
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

0
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

Menko PM Muhaimin Iskandar Apresiasi Pesantren Al Hikmah 2 Bumiayu

5 November 2026
Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

Kemenag Lantik 15 Anggota Majelis Masyayikh 2026-2031

5 November 2026
roni punk

Roni Bodax: Anak Jalanan yang Menemukan Jalan Hijrah

5 November 2026
masjid asmaul husna

Masjid 99 Kubah, Keindahan Arsitektur dengan Filosofi Asmaul Husna

5 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result