15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 5 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Wajah Buruk Demokrasi; Gaduh, Rusuh dan Rubuh

Oleh Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
31 May 2019
in Kolom
0
Menakar Masa Depan Politik Identitas

Demokrasi adalah ideologi transnasional buah dari kapitalisme sekuler yang mengajarkan nilai antroposentrisme, dimana manusia dianggap sebagai ‘tuhan’ yang berhak membuat hukum. Sementara Tuhan dan agama disingkirkan, demokrasi sekuler berusaha memisahkan antara nilai etis agama dengan kehidupan.

Dalam praktek politik, demokrasi adalah cara terburuk dan terbusuk. Muhammad Iqbal mengkritik metode menentukan kebenaran ala demokrasi dengan mengatakan “ demokrasi menghitung jumlah kepala, tanpa memperhatikan isi kepala”. Demokrasi adalah cara paling dungu dalam memilih pemimpin, kata Zaim Saidi.

Demokrasi adalah anak kandung kapitalisme sekuler ala Barat. Miguel D Lewis mengatakan bahwa capitalism is religion. Banks are churches. Bangkers are priests. Wealth is heaven. Poverty is hell. Rich people are sainst. Poor people are sinners. Commodities are blessings. Money is God.

Dalam perspektif teologis, sekulerisme yang dalam bahasa Naquib Al Attas sebagai kedisinikinian adalah manifestasi dari dajjalisme. Dajjal digambarkan sebagai manusia picak mata kanannya, sehingga hanya bermata satu. Mata satu adalah simbol hanya berorientasi duniawi semata, sementara akherat diabaikan. Bahkan ada pemuja demokrasi yang bahkan tidak percaya akan adanya akherat.

BACA JUGA

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Dari Gontor ke Bulaksumur

Socrates mengkritik demokrasi sebagai bentuk pemerintahan yang anarkis, memberikan kesetaraan yang sembrono kepada siapapun, baik setara maupun tidak setara. Demokrasi memberikan ruang kebebasan tanpa batas. Anarkisme demokrasi akan berujung kepada kekuasaan tirani.

Anarki dan tirani adalah kata kunci kritik Socrates atas kebusukan demokrasi. Sistem politik demokrasi terbukti telah menimbulkan anakisme (kerusuhan) di Indonesia. Tidak hanya sekedar anarki, namun telah menelan korban tewas selama terjadi kerusuhan. Bahkan pemilu 2019 benar-benar membuat pilu dengan tewasnya ratusan jiwa dan ribuan yang menderita sakit.

Kegaduhan politik terjadi sesaat setelah pemilu berlangsung. Berbagai indikasi kecurangan yang sistematis, terstruktur, massif bahkan bisa disebut brutal telah terjadi sepanjang pemilu 2019. Bahkan salah satu paslon tidak mau tandatangan keputusan KPU karena merasa ada kecurangan. Akhirnya salah satu paslon membawa kasus kecurangan ke MK. Terbukti demokrasi gaduh dan rusuh.

Masih membahas kritik Socrates atas demokrasi. Dia katakan bahwa demokrasi juga akan berujung menjadi pemerintah tirani. Benar adanya, sebab rezim yang kini bertengger bukannya ikut membahas berbagai kecurangan yang terjadi, namun justru menangkapi para pendukung paslon lain dengan tuduhan maker. Padahal mereka hanya ingin meminta keadilan. Menuduh makar kepada rakyat yang ingin keadilan adalah bentuk tirani diktator.

Tidak hanya sampai disitu, selain dituduh makar, gerakan kaum muslimin dalam menyampaikan kesadaran politik Islam dianggap sebagai gerakan radikalisme dan terorisme. Hasilnya, para ulama dikriminalisasi dan dituduh intoleran dan anti pancasila. Padahal faktanya yang berteriak pancasila itulah justru terbukti korupsi, kolusi, dan menjual negara kepada asing dan aseng.

Mulut teriak pancasila, padahal hatinya telah menjadi jongos dan budah penjajah. Sejarah berulang, mereka yang teriak pancasila, mereka juga yang pengkhianat. Maka berbagai ormasi Islam selalu dikriminalisasi dan dituduh sebagai ormas anti NKRI dan Pancasila. Jika dulu Masyumi dibubarkan oleh rezim diktator, maka kini HTI yang dibubarkan oleh rezim diktator. Sejarah memang selalu berulang.

Karena itu secara esensi demokrasi sekuler adalah anti Islam. Ideologi ini tidak akan pernah memberikan ruang kepada Islam untuk bisa eksis dan memiliki peran politik atas suatu negeri. Demokrasi berusaha memadamkan cahaya Allah. Sementara Allah akan selalu menjaga cahaya agamaNya. Demokrasi selalu berusaha makar atas agama Allah, tapi pasti akan gagal dan runtuh.

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai. (QS At Taubah : 32-33)

Demokrasi adalah system zolim karena selalu berdusta kepada rakyat dan kepada agama. “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim”. (QS As Shaff : 7). Demokrasi bukan hanya menolak Islam, tapi justru menzolimi para pejuang Islam dan menuduhnya dengan berbagai tuduhan keji, bahkan hingga pembunuhan.

Demokrasi dengan para pemuja dajjal akan terus membuat tipu daya (makar) kepada Allah. Dibantu oleh gerombolan munafik, mereka akan terus membuat tipu daya, tapi Allah akan membalasnya. “ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya” (QS Ali Imran : 54).

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya. (QS An Nisa’ : 60)

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An Nisa’ : 61)

Thoghut adalah mereka yang selalu memusuhi Nabi dan kaum muslimin dan ada yang mengatakan Abu Barzah seorang tukang tenung di masa Nabi. Termasuk thoghut adalah orang yang menetapkan hukum secara curang menurut hawa nafsu serta berhala-berhala. Begitupun sistem politik yang memusuhi Islam dan kaum muslimin seperti demokrasi bisa disebut thoghut, maka haram mengadopsi dan menyebarkannya.

Begitulan wajah busuk demokrasi yang selalu membuat kegaduhan politik dan kerusuhan sosial. Namun sistem busuk ini tidak akan bertahan lama, bahkan hari ini mulai sekarat dan sebentar lagi akan runtuh. Ideologi sekuler yang lahir dari rahim dajjalisme ini makin rapuh dan membusuk. Sebab Allah akan semakin menghidupkan cahaya agamaNya melalui para pejuangnya. Teruslah berjuang menolong agama Allah, maka kebatilan demokrasi akan segera lenyap.

Dan Katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap”. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.(QS Al Isra’ : 81)

Maka umat Islam harus terus membongkar berbagai kebusukan demokrasi dan menyadarkan terus rakyat Indonesia agar membuang demokrasi ke tong sampah peradaban. Sebagaimana Rasulullah, umat Islam harus juga memperjuangkan tegaknya ideologi Islam dalam naungan daulah Islam. Sebab hanya ideologi Islam yang akan sanggup melawan penjajahan ideologi kapitalisme demokrasi dan komunisme atheis.

Tags: DemokrasiIslamPeradaban
Share78Tweet49Send
Previous Post

Gubernur Anies Berangkatkan 17.427 Pemudik Gratis

Next Post

Kemenag Bahas Draft PMA tentang Pendidikan Karakter

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

Siswa SMPIT Insantama Leuwiliang Presentasikan Hasil Scientific Journey ke SEAMEO BIOTROP

29 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

Edukasi Kurban SIT Insantama Leuwiliang: Guru Jelaskan Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban yang Sah Menurut Syariat

29 May 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

0
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

BSI Kembali Tegaskan Posisi sebagai Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia

4 June 2026
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

4 June 2026
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result