Membekali anak-anak dengan iman, takwa, ilmu, serta keberanian sehingga mereka dapat berdakwah di masyarakat dan salah satunya menyampaikan kebenaran dari fakta-fakta sejarah yang telah diputarbalikkan PKI. Sehingga masyarakat tidak terkecoh oleh tipu muslihat jahat komunis yang jelas berbahaya bagi umat Islam.
Beberapa waktu lalu, sebuah pesantren di Jawa didatangi oleh orang-orang yang mengatasnamakan sebagai petugas, meminta agar para santri melakukan rapid tes. Kejadian itu berlangsung pada pukul 12.00 malam, bersyukur hal itu ditolak.
Namun beberapa menit kemudian, kembali datang beberapa orang dengan seragam yang berbeda mendatangi pesantren tersebut, dan kali ini meminta data para ustadz dan santri yang ada di pesantren tersebut. Kembali hal itu ditolak walaupun mendapat kecaman, orang-orang itu pun pergi dan meninggalkan pesantren.
Peristiwa di atas harus benar-benar menjadi perhatian, mengingat bahwa sejarah yang terjadi pada tahun 1965 silam hampir serupa dengan yang terjadi di pondok pesantren tersebut yaitu terjadi di tengah malam.
Memberikan bekal yang kuat, ilmu yang luas, serta pemahaman tentang sejarah PKI yang sebenarnya harus dilakukan kepada para generasi Muslim. Sebab maraknya berita-berita manipulasi bisa salah dicerna oleh generasi Muslim jika tidak dibekali dengan hal-hal tersebut.
Selain itu, bahaya komunis tidak hanya menjadi ancaman bagi umat Islam saja, namun seluruh umat beragama di Indonesia. Mereka juga harus mewaspadai bangkitnya kembali komunis di Indonesia.
Banyaknya ulama dan santri yang menjadi korban saat pembantaian PKI, bukan berarti komunis hanya musuh umat Islam. Komunis, dengan pahamnya yang berbahaya, meniadakan agama serta tidak mempercayai adanya Tuhan, merupakan musuh bersama. Musuh seluruh umat beragama yang ada di Bumi Pertiwi.
Apa yang disampaikan Allah melalui Kitab Suci Al-Qur’an merupakan kebenaran yang mutlak dan harus dipercayai. Bukti-bukti yang menyudutkan umat Islam dan mencoba mengadu domba umat sudah banyak terjadi, dan itu merupakan fakta yang harus dilihat diamati dan diwaspadai. Sebab, bagaimana pun juga orang-orang yang membenci Tuhan tidak akan berhenti dengan tujuannya yaitu menjauhkan manusia dari Tuhan dan mendoktrin manusia untuk tidak mempercayai Allah ‘Azza wa Jalla.
Sepertiga dari Al-Qur’an Al-Karim berisi tentang sejarah, maka itu sejarah akan sering terulang. Seperti sejarah Fir’aun, walaupun dengan wujud atau istilah yang berbeda. Orang-orang dengan sifat dan model seperti Qarun, Abu Lahab maupun Abu Jahal, semua akan ada di setiap zaman.
Maka itu kita harus mengambil pelajaran dari sejarah masa silam. Kita harus selalu waspada dan membuat langkah yang jelas, apa saja yang menyebabkan suburnya komunisme di Indonesia. Langkah-langkah itu harus direalisasikan pada kehidupan nyata bukan hanya dengan omongan semata.
Lembaga pendidikan harus menyiapkan orang-orang yang mau berdakwah, mereka yang ikhlas untuk menyampaikan kepada masyarakat. Sebagai Muslim, kita harus tetap menjaga dan mendidik anak-anak untuk menjadi pembawa peringatan kepada umat agar tidak terlena dengan kesesatan. Waallahu a’lam bish shawab. []


















