New York, Gontornews — Sedikitnya 4,7 juta warga Somalia berjuang untuk bertahan hidup di tengah ancaman kelaparan. Badan pangan dunia, World Food Programme (WFP), Kamis (22/06/2023), menganggap Somalia berada dalam situasi darurat kelaparan yang mengerikan.
Direktur Eksekutif WFP, Cindy Lou McCain, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa data ketahanan pangan menunjukkan ada lebih dari 6,6 juta warga Somalia yang sangat membutuhkan bantuan, termasuk 40.000 warga yang berjuang dari bencana kelaparan.
Namun, WFP terpaksa memotong bantuan makanan bulanan dari 4,7 juta orang menjadi ‘hanya’ 3 juta orang saja pada akhir April. “Tanpa suntikan uang tunai, kami harus memotong distribusi kami yang pada bulan Juli mendatang hanya 1,8 juta orang per bulan,” ungkap McCain sebagaimana dilansir Arab News.
“Konflik dan perubahan iklim berkontribusi untuk menghancurkan kehidupan dan mata pencahariaan jutaan orang di Somalia,” sambungnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderap PBB, Antonio Guterres, telah mendorong kepada dunia internasional untuk memberikan bantuan kepada Somalia. Namun, hasil pertemuan negara-negara pendonor untuk tiga negara tandung Afrika, yaitu Somalia, Ethiopia dan Kenya, mengecewakan. Negara pendonor hanya mampu mengumpulkan donasi tidak lebih dari 1 miliar dolar Amerika Serikat dari 5 miliar dolar Amerika Serikat yang menjadi target.
Sebagai informasi, situasi Somalia tidak stabil selama tiga dekade terakhir yang dipicu oleh persoalan panglima perang, kemunculan kelompok ekstrem Al-Shabab yang terkait Al-Qaeda hingga kelompok serupa yang terafiliasi dengan kelompok teroris. [Mohamad Deny Irawan]
























