Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, berharap dapat meluncurkan vaksin Covid-19 bagi negara miskin dan berpenghasilan rendah pada Februari. WHO berkomitmen untuk memberikan keadilan distribusi vaksin Covid-19 bagi negara miskin dan berpenghasilan rendah melalui program COVAX.
“Lebih dari 40 negara sekarang telah memulai program vaksinasi Covid-19. Namun, semua vaksinasi itu, atau hampir semuanya, selama ini berada di negara-negara berpenghasilan tinggi atau menengah,” ucap Penasihat senior WHO, Burce Alyward, Senin (11/1/2021), kepada Reuters.
“Kami harus melihat vaksin mulai digunakan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah,” imbuh Alyward.
Ia menambahkan bahwa program COVAX bisa mulai vaksinasi pada Februari. Dalam beberapa kesempatan, ada upaya yang dilakukan untuk mempercepat vaksinasi sejumlah negara miskin pada Januari 2021 ini.
Sebelumnya, WHO secara tegas menyebut bahwa mayoritas pasokan vaksin Covid-19 dikuasai oleh negara-negara kaya. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengonfirmasi dugaan tersebut.
“Negara-negara kaya memiliki mayoritas pasokan,” kata Tedros.
“Tidak ada negara yang secara luar biasa harus memotong antrian serta memvaksin semua penduduk mereka sementara beberapa (negara) tetap tidak memiliki pasokan vaksin,” imbuhnya.
Ia meminta negara dan produsen berhenti membuat kesepakatan bilateral dengan produsen. Ia meminta negara-negara tersebut untuk memberikan kelebihan dosis yang mereka miliki untuk segera menyerahkan ke fasilitas berbagi vaksin COVAX.
Lonjakan kasus di sejumlah negara mendorong semua negara untuk segera melakukan program vaksinasi demi memperlambat lajut penularan Covid-19.
“Virus menyebar dengan kecepatan yang mengkhawatirkan di beberapa negara,” ucap Tedros.
“Masalahanya adalah ketidakpatuhan (terhadap protokol kesehatan) telah menjadi kebiasaan. Ketidakpatuhan memberi peluang bagi virus untuk menyebar,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]






















