Jenewa, Gontornews — Badan Kesehatan Dunia, WHO, Selasa (26/1/2021), mengeluarkan rekomendasi tentang penggunaan vaksin Covid-19 Moderna. Selanjutnya, Moderna memerlukan persetujuan suntikan dalam daftar penggunaan darurat WHO.
Kelompok Strategic Advisory Group of Expert on Immunization (SAGE), mengatakan penerima vaksin Moderna mendapatkan dua dosis vaksin dalam rentang waktu 28 hari. Namun dalam keadaan luar biasa, penyuntikan dosis vaksin dapat diperpanjang hingga 42 hari.
“Rekomendasi utama penggunaan vaksin (Moderna) ini adalah berdasarkan unsur-unsur yang ada saat ini. Kami merekomendasikan vaksin ini harus diberikan dalam dosis 100 mikrogram atau 0,5 ml dengan selang 28 hari,” kata ketua panel SAGE, Alejandro Cravioto, kepada Reuters.
“Interval ini mungkin akan pindah menjadi 42 hari tetapi bukti yang kami miliki tidak melampaui waktu itu,” imbuhnya.
Tim ahli independen juga mengatkan tidak merekomendasikan vaksin Moderna bagi wanita hamil kecuali mereka petugas kesehatan yang terpapar virus atau memiliki kondisi medis yang membuat mereka berisiko tinggi.
Direktur Imunisasi WHO, Kate O’Brien, mengatakan bahwa ibu hamil perlu mengikuti uji klinis vaksin Moderna.
WHO bekerjasama dengan Moderna dalam penggunaan darurat untuk suntikan Covid-19. “Tidak ada alasan untuk berpikir mungkin ada masalah dalam kehamilan. Kami hanya mengakui bahwa datanya tidak ada saat ini,” jelas panel.
“Kami melakukan segalanya dengan Moderna untuk mempercepat proses itu,” sambung O’Brien.
Dua vaksin buatan Pfizer dan Moderna memiliki kemiripan karena menggunakan teknologi mRNA. Untuk Pfizer membutuhkan rantai pendingin ekstra, sesuatu dengan kesulitan negara yang membutuhkan.
“Kami menganjurkan agar Anda menggunakan vaksin yang sama dengan dosis pertama untuk dosis kedua,” tutup O’Brien. Dalam kesempatan tersebut, WHO menyatakan tidak merekomendasikan vaksinasi bagi pelancong internasional. [Mohamad Deny Irawan]





















