Tripoli, Gontornews — Sedikitnya 205 orang tewas dalam pertempuran untuk menguasai ibukota Libya, Tripoli. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hari Kamis (18/4).
WHO yang berafiliasi kepada PBB itu mengatakan dalam sebuah postingan di Twitter bahwa pihaknya telah mengerahkan spesialis medis untuk mendukung rumah sakit di garis depan.
Seperti dirilis Aljazeera, WHO juga menyebutkan, pertempuran baru-baru ini juga menyebabkan lebih dari 900 orang terluka.
Menurut WHO, setidaknya 18 warga sipil termasuk di antara mereka yang tewas dalam pertempuran yang pecah pada 4 April ketika Haftar melancarkan serangan untuk menguasai Tripoli, yang dikendalikan oleh Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB.
WHO mengatakan, pihanya mengerahkan tim medis dan bedah di rumah sakit di dekat garis depan karena LNA tetap di pinggiran selatan ibukota melawan kelompok-kelompok bersenjata yang loyal kepada pemerintah. [Rusdiono Mukri]






















