Jenewa, Gontornews — Badan kesehatan dunia, WHO, Jumat, mengadakan pertemuan darurat membahas wabah cacar monyet (monkeypox) yang merebak di Eropa baru-baru ini. Infeksi virus cacar monyet di Eropa mengejutkan banyak pihak karena, biasanya, virus ini hanya beredar di pedalaman Afrika Barat dan Tengah. Jauh dari fakta bahwa saat ini ada lebih dari 100 kasus penularan virus cacar monyet yang beredar di Eropa dalam beberapa waktu terakhir.
Komite WHO yang membahas masalah ini adalah Strategic and Technical Advisory Group on Infectious Hazards with Pandemic and Epidemic Potential (STAG-IH). Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan saran tentang risiko infeksi yang berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan global.
Meski demikian, hasil pertemuan tersebut tidak bertanggungjawab untuk memutuskan apakah wabah tersebut harus ditetapkan sebagai darurat kesehatan masyarakat atau tidak. Penetapan darurat kesehatan masyarakat berpotensi mendorong perhatian internasional karena ketetapan tersebut merupakan bentuk kewaspadaan tertinggi WHO. Salah satu ketetapan darurat kesehatan masyarakat yang berlaku secara global adalah penetapan Covid-19 sebagai pandemi.
Reuters merangkum sejumlah fakta mengenai penyebaran virus monkeypox:
- Kasus Eropa pertama yang dikonfirmasi pada 7 Mei (lalu) terjadi pada seseorang yang baru saja kembali ke Inggris dari Nigeria.
- Sejak itu, lebih dari 100 kasus telah dikonfirmasi di luar Afrika, sebagaimana dilansir pelacak dari akademisi Oxford University.
- Portugal berhasil mendeteksi sembilan kasus tambahan pada Jumat (20/5/2022) sehingga total kasus yang telah dikonfirmasi menjadi 23.
- Spanyol melaporkan 24 kasus baru pada Jumat, terutama di wilayah Madrid. Pemerintah kota Madrid telah menutup sauna yang terkait dengan sebagian besar kasus infeksi.
- Banyak kasus yang tidak terkait dengan perjalanan antar benua. Akibatnya, penyebab wabah ini tidak jelas, meski otoritas kesehatan mengatakan ada potensi penyebaran antar komunitas pada tingkat tertentu.
- Ada sembilan negara yang melaporkan kasus cacar monyet seperti Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Portugal, Swedia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan Australia
- Tidak ada vaksin khusus untuk virus cacar monyet. Tetapi data WHO menunjukkan jika vaksin cacar 85 persen ampuh untuk melawan virus cacar monyet.
[Mohamad Deny Irawan]





















